Postingan

Menampilkan postingan dengan label kampus

Kampanye 16 HAKTP: Catatan dari Kampus Untirta

Gambar
  Seminar: Perempuan dan Hak Asasi Manusia di Kampus Untirta Sultan Ageng Tirtayasa dalam sejarah mainstream dituliskan sebagai sosok pemimpin dari Banten yang menolak kesewenang-wenangan VOC dalam memonopoli hasil bumi yang dihasilkan rakyat Banten. Beliau memimpin Banten di tahun 1600-an, bersamaan dengan masa awal-awal kedatangan VOC ke  Nusantara. Ciri utama dalam kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa adalah kecintaannya pada pendidikan dan perdagangan bebas. Banten menjadi pelabuhan bebas, dan pusat pendidikan di Tanah Jawa utamanya pendidikan agama Islam. 3 abad setelahnya, Nama Sultan Ageng Tirtayasa diabadikan sebagai nama Universitas di Banten. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berdiri di Kota Serang dengan harapan mampu menjadi pusat pendidikan di Indonesia, setidak-tidaknya di Tanah Banten. Aktivitas-aktivitas akademik digalakkan untuk mencapai cita-cita tersebut, salah satunya adalah Seminar: Perempuan dan Hak Asasi Manusia yang ...

Mengenal Lebih Dekat Irvina Lioni Yuniasari

Gambar
 aku bareng Irvina Lioni, pas beli buku Digital Love Kancut Keblenger di Gramed PIM, 23/6 Tulisan ini aku dedikasikan untuk Irvina Lioni Yunisari , salah satu kawanku yang paling kece yang besok (30/6) akan meluncurkan buku pertamanya yang berjudul “Digital Love Kancut Keblenger” Bicara soal Irvina Lioni, mungkin sudah tidak asing lagi, apalagi bagi para penggiat media sosial. Di Google, sudah banyak teman-teman lain yang mencoba mendeskripsikan perempuan 22 tahun ini. Namun, hanya sebatas Irvina sebagai founder dari Kancut Keblenger. Belum ada yang bicara Irvina sebagai seorang mahasiswi. Apakah Irvina termasuk mahasiswa cumlaude, atau sebaliknya ? Apakah Irvina sosok populis atau malah lebih sering menyendiri ? Apakah sosok Irvina di kampus sama seperti citranya di media sosial ?  Penasaran ? here we go . . Awal Jumpa Irvina (di tengah pake baju kuning) dan aku (paling tinggi) pas Makrab 2009 Terima kasih Semesta, aku diberikan kes...

Kunjungan Freedom Institute ke Komnas Perempuan

Gambar
Kunjungan Freedom Institute ke Komnas Perempuan Komnas Perempuan menerima kunjungan dari Freedom Institute yang mengajak serta mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (08/04/2013). Mahasiswa-mahasiswi ini memperoleh fellowship dari Freedom Institute yang kegiatannya berkunjung ke beberapa lembaga yang diharapkan bisa memberikan sharing pengalaman diantaranya adalah Komnas Perempuan. Kehadiran 5 orang mahasiswa dan mahasiswi ini diterima oleh komisioner Komnas Perempuan Neng Dara Affiah dan Theresia Yulianti dari Divisi Partisipasi Masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB. Di awal pertemuan ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah menyempatkan hadir, menyapa dan menyambut baik kunjungan ini. Ketua Komnas Perempuan, Yunianti Chuzaifah menyempatkan diri untuk bertemu Kunjungan ini bersifat study visit dan berlangsung selama kurang lebih 90 menit. Di awal kunjungan, Theresia Yulianti mempresentasikan tentang Komnas Perempuan. Dalam presentasinya, ia menyampaika...

Pesan dari Madura : Mengabdi Untuk Negeri Melalui Komunikasi

Gambar
Peserta Rakernas IMIKI dari seluruh Indonesia Madura, sebuah pulau kecil di ujung timur Jawa dipilih sebagai tempat penyelenggara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI). Bertempat di Universitas Trunojoyo (Unijoyo), 29 Oktober-1 November 2011, Rakernas IMIKI  berlangsung lancar tanpa ada ganguan berarti. IMIKI sendiri merupakan suatu organisasi nasional mahasiswa fakultas/jurusan ilmu komunikasi yang memberikan ruang bagi anggota-anggotanya untuk menjalin silahturahim pada umumnya,  serta saling berbagi pengetahuan yang terkait dengan studi komunikasi. Rangkaian Rakernas IMIKI dimulai dengan pembukaan oleh Pengurus Pusat IMIKI, lalu seminar Nasional Peran “Media Watch dan Bagaimana Membangunnya” oleh Sirikit Syah, pemutaran film oleh komunitas film Unijoyo, malam keakraban, bakti sosial di SMAN 2 Bangkalan, rapat kerja, dan diakhiri dengan perjalanan mengeksplorasi pantai Camplong di Madura. Sekjen IMIKI dari Universitas Budi L...

Tukul Berbagi Cerita di Kampus Tercinta (Untar)

Gambar
Tukul, siapa yang tidak kenal Tukul..?? Tukul yang lahir dengan nama Riyanto merupakan salah satu komedian terbaik yang dimiliki bangsa ini. Banyak penghargaan yang sudah berhasil diraih host acara Empat Mata yang kini menjadi Bukan Empat Mata ini. Namun, di balik semua kesuksesannya, banyak lika-liku, kerikil tajam yang menghadang, dan itulah yang dibagi dalam seminar “Di balik Kesuksesan Show Tukul” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) pada Kamis 27 Mei 2010. Acara itu sendiri bertempat di Auditorium lantai 3, Gedung Utama Kampus 1 Untar. Acara ini mendapat respon yang sangat positif dari mahasiswa, dan terbukti dari membludaknya para penonton sampai-sampai ada beberapa diantara mereka yang duduk di lantai. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari seminar itu, dan yang paling menarik adalah soal profesionalisme. Bicara soal profesionalisme, bicara soal ketepatan waktu dan Tukul salah satu yang mendapat rapor biru tentang profesio...

Soe Hok Gie, antara Kuliah, Organisasi dan Cinta

Gambar
Gie, Sang Mahasiswa Sejati “Lebih baik diasingkan dari pada menyerah pada kemunafikan” Begitulah kata-kata yang sering didengungkan Gie atau lebih tepatnya Soe Hok Gie . Gie, seorang idealis yang lahir 17 Desember 1942 ini merupakan sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan bagi mahasiswa saat ini. Kuliah, organisasi dan cinta berhasil disatukan dengan sangat baik. Gie, seorang mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia tergololong cukup pintar. Ia juga merupakan seorang aktivis perjuangan mahasiswa. Ketika Soekarno berada pada titik nadir, Gie dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan masa mengoyang pemerintahan Soekarno yang dinilai telah melenceng. Cinta, sepintas tak ada waktu bagi seorang Gie untuk bercinta. Namun, jangan salah, Gie masih sempat-sempatnya berpacaran. Tidak hanya satu, cukup banyak wanita yang singgah di hati Gie. Gie, sekali lagi berhasil memadukan antara kuliah, organisasi dan cinta. Benar-benar perpaduan yang paling pas sebagai panutan bagi mahasiswa. Gi...