Postingan

Menampilkan postingan dengan label jakarta

Cerita Jakarta tentang Tragedi Mei 1998

Gambar
"Karena Jakarta tak hanya Monas dan Bunderan HI ...." Kota sebagaimana otak kita, mampu merekam segala peristiwa yang terjadi. Semuanya disimpan dengan baik, dan dikomunikasikan melalui bangunan, situs-situs memorialisasi dan interaksi antar penduduknya. Aku yang belajar Ilmu Komunikasi percaya bahwa pesan tidak hanya hadir melalui kata-kata, arsitektur bangunan dan bentuk jalan pun merupakan pesan yang bisa kita maknai. Namun, sebagaimana pesan, kadang banyak noise (gangguan) yang mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan mengalami ketidakjelasan ( distorsi ).  Jakarta, sebagai kota pun demikian. Ia sesungguhnya sedang berkomunikasi dengan kita, hanya sering kali, kita tidak sadar akan itu. Jakarta yang sudah berusia lebih dari 400 tahun, tentu menyimpan banyak memori di dalamnya dan ingin sekali membagi memori itu dengan kita. Nah, melalui tulisan ini, aku mencoba untuk ikut membantu Jakarta dalam bercerita. 1. Prasasti Mei 1998 & Makam Massal Korban ...

Di Mana Keahlian Sang Ahli Jakarta

Gambar
Bicara soal Jakarta, tak akan pernah ada habisnya. Kompleksitas ibu kota ibarat benang kusut, tak jelas di mana ujung pangkalnya. Sebagai ibu kota negara, Jakarta didaulat untuk selalu menjadi kota nomor satu seperti layaknya ibu kota negara-negara lain. Selalu menjadi yang terdepan dalam segala hal di republik ini. Pembangunan terus dilakukan untuk menjadikan kota ini layak menjadi ibu kota. Gedung-gedung pencakar langit, mall-mall, komplek-komplek perumahan elit bermunculan menghiasi wajah ibu kota. Namun sayang, pembangunan di Jakarta adalah pembangunan tanpa visi, pembangunan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Alhasil, Jakarta kini menjelma sebagai kota memalukan. Kemacetan kini tak lagi mengenal waktu. Sepanjang hari, Jakarta dilanda kemacetan. Belum lagi bila cuaca tak bersahabat. Jangankan hujan lebat, gerimis saja sudah membuat ibu kota negara kita ini lumpuh. Hal ini tentu diperparah bila hujan disertai angin. 2 juta dari 4,8 juta pohon di Jakarta rawan tumbang. Para pemimpin ...

Diskusi "Kontoversi Wikileaks: Implikasinya terhadap Keterbukaan Informasi di Indonesia”

Gambar
Jumat, (17/12), Dewan pers mengadakan diskusi tentang kontroversi Wikileaks di gedung Dewan Pers lantai 7, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Diskusi ini menghadirkan 3 narasumber, yakni Todung Mulya Lubis (Pakar Hukum), Uni Lubis (Anggota Dewan Pers dan Pemred ANTV), dan Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers). Acara yang dimulai pukul 10.00 ini dihadiri oleh berbagai pihak, salah satunya Fikom Untar. Fikom Untar sebagai institusi perguruan tinggi yang selalu mengikuti perkembangan dunia dalam konteks jurnalistik, periklanan dan public relations mengirimkan 2 orang mahasiswanya ke diskusi tersebut, yakni Elwi dan Nurul. Diskusi ini berjalan menarik, banyak pertanyaan kritis dari audiens yang ditanggapi dengan lugas oleh nara sumber. “Jurnalis harus menempuh cara-cara professional sebagai wujud pemenuhan Kode Etik Jurnalis” ujar Uni Lubis ketika menanggapi pertanyaan dari audiens. Diskusi ini berakhir sekitar pukul 11.45 (Elwi-FIkom Untar)

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, JL S. Parman Tergenang

Gambar
Minggu, (7/11) Sekitar pukul 10 pagi, saya berangkat dari kost saya menuju Mall Ciputra. Cuaca sangat bersahabat. Tidak ada angin, tidak ada hujan, matahari pun tidak galak hari ini. Di tengah perjalanan, saya dikejutkan dengan satu pemandangan aneh. Beberapa titik di Jalan S.Parman tergenang. Tidak ada angin, tidak ada hujan, apalagi badai, tapi koq bisa yah ada genangan air..? Sepertinya ada saluran air yang tersumbat, hal ini dipertegas dengan warna dan bau air yang mengenangi Jalan S. Parman tersebut. Amis, dan hitam pekat. Tidak hanya hari ini , sabtu (6/11) kemarin, hal yang serupa juga terjadi. Bila tidak ada hujan saja bisa terjadi genangan air, gmn kal0 hujan gede..?? Hmm. . Jakarta dan banjirnya seolah menjadi masalah yang tidak pernah kunjung usai. Walau demikian, aku percaya suatu saat nanti Jakarta akan bebas banjir kal0 penanganannya tepat. Tidak hanya pemerintah daerah, semua elemen masyarakat harus ikut bersama-sama mengatasi hal ini. Ada cara yang mungkin bisa dicoba u...

Antara Aku, Sisca dan Tukang Ikan Cupang

Gambar
Kisah ini bermula ketika salah satu temanku kebingungan memilih pedagang esentrik untuk diwawancara. Sisca namanya. Ia mendapat tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi untuk mewawancara salah satu pedagang yang esentrik, yang berbeda dengan pedagang-pedagang yang lain. Aku langsung teringat dengan tukang ikan cupang langgananku ketika ia bercerita tentang tugasnya di Yahoo Messenger. Tukang ikan cupang..?? Sepintas tampak biasa, tapi ada sesuatu yang ia miliki yang tidak dimiliki oleh tukang ikan cupang lainnya. Mau tau..? Ikuti kisah kami di bawah ini, hehe. . ******************* Minggu di penghujung Oktober. . . Saat itu matahari belum tinggi, ponsel kesayanganku berbunyi, tanda ada pesan singkat masuk. Dari Sisca ternyata. Dia sedang di perjalanan menuju kampus Untar tercinta, tempat kami berjanji untuk bertemu dan memulai pertualangan kami hari itu. Aku pun bersiap-siap. Tak lama ia pun datang dengan balutan putih berpadu manis dengan jaket hitam, celana jeans, dan sebuah tas t...