Enaknya Menjadi Laki-Laki di Indonesia!
Kelas Feminisme Dasar yang diadakan oleh Jurnal Perempuan (30/10/14). Dok: Jurnal Perempuan Namaku Elwi Gito. Aku laki-laki. Aku si sulung dengan tiga adik perempuan. Aku dibesarkan dalam tradisi budaya Tionghoa yang partilinear. Aku hidup dengan semua keuntungan. Keuntungan karena aku anak laki-laki sulung dan satu-satunya ditambah lagi aku tinggal di Indonesia yang partiarkhis. Aku ingat betul ada sebuah doa yang cukup termahsyur, “Aku bersyukur pada-Mu Tuhan, karena Engkau jadikan aku bukan sebagai budak dan bukan sebagai perempuan” . Ah, dalam hati, aku mengamini doa itu. Aku beruntung karena aku laki-laki. Aku bisa mengatur sendiri pakaianku. Aku bebas mau pakai ini atau pakai itu. Tidak seperti perempuan, yang pakaiannya saja harus diatur-atur oleh masyarakat. Bahkan, seolah tak mau kalah, pemerintah pun ikut turun tangan mengatur pakaian perempuan lewat sejumlah kebijakan. Komnas Perempuan menamainya dengan kebijakan diskriminatif. Kata mereka, jumlahnya ada 36...