Kebungkaman Korban Kekerasan Seksual dalam Tinjauan Teori Spiral Keheningan
Diam tak selamanya emas! Sore itu, kedai kopi ini tiba-tiba sunyi. Semua lidah pengunjung yang tengah menikmati kopi seperti dikunci. Tak ada suara selain kicau dua ekor gagak yang tengah nangkring di pohon mangga persis di depan kedai ini. Semuanya diam membisu. Kesunyian itu pun pecah, saat seorang perempuan muda di pojok ruangan, mengangkat tangan sembari berkata lirih, “Aku pernah menjadi korban pelecehan seksual” . Sontak semua mata langsung menuju perempuan itu untuk menunggu kalimat selanjutnya. Ia melanjutkan kalimatnya, “Lima tahun lalu, saat aku masih duduk di bangku sekolah, pantatku pernah diraba oleh guru agamaku. Rasanya aku malu dan marah sekali. Guru itu mengancam agar aku tidak melaporkan pelecehan ini atau aku tidak akan diluluskannya. Aku bingung, marah, dan malu saat itu” Pengakuan itu pun disambut riuh rendah tepuk tangan para pengunjung kedai. “Terima kasih sudah berbagi cerita” , kata seorang perempuan lainnya yang duduk di tengah-tengah k...