Postingan

Menampilkan postingan dengan label kampanye

Ayo Mulai Kampanye Dengan Campaign.com!

Gambar
Para ChangeMakers! doc: Campaign.com Pernah enggak sih kamu berada dalam posisi, di mana kamu merasa resah, marah dan ingin mengubah sesuatu yang menurut kamu itu tidak benar, tapi kamu enggak tahu harus mulai dari mana? Misalnya, kamu merasa jengah melihat orang-orang di sekitar kamu kencing sembarangan, atau kamu merasa marah melihat banyak anak-anak kecil yang tidak bersekolah, atau kamu merasa frustasi melihat banyaknya kasus pelecehan seksual di jalanan, tapi kamu bingung, kamu enggak tau mesti mulai dari mana untuk mengubah ini, kamu bingung siapa yang bisa kamu ajak buat kolaborasi, kamu bingung uangnya dari mana. Aku pikir sebagian besar dari kita pasti pernah berada dalam posisi itu, kan?  Sekarang enggak perlu bingung lagi, karena sekarang ada aplikasi yang akan membantu kita semua untuk memulai kampanye sosial yang sedang kita rancang. Selasa kemarin, Campaign.com , sebuah social tech-enterprise asal Indonesia, meluncurkan sebuah aplikasi baru berbasis mobile...

Ribuan Orang Pawai HAM di Kota Kupang

Gambar
Salah satu peserta Pawai HAM di Kupang 10 Desember 2015 kemarin, aku bersama ribuan orang lainnya tumpah ruah ke jalan-jalan utama kota Kupang, bergabung dalam aksi pawai HAM yang diselenggarakan oleh Rumah Perempuan Women's Crisis Centre, yang bekerja sama dengan 13 lembaga lainnya sekota Kupang. Aksi Pawai HAM diselenggarakan untuk memperingati hari HAM sedunia, dan sekaligus menjadi puncak acara kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, yang sudah dimulai sejak tanggal 25 November. Pawai HAM ini mengambil rute dari Halaman Polda NTT dan berakhir di sekretariat partai Nasdem NTT. Bandara El Tari Kupang Ini merupakan kali pertama aku ke Kupang. Aku tiba di kota ini tanggal 9 Desember, bertepatan dengan pelaksanaan pilkada serentak. Sedikit deg-degan juga, karena aku sama sekali tidak punya gambaran tentang kota yang dijuluki kota Kasih ini. Aku mendarat dengan mulus di bandara El-Tari dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia. Perjalanan ditempuh sekitar 3...

Kampanye 16 HAKTP: Catatan dari Kampus Untirta

Gambar
  Seminar: Perempuan dan Hak Asasi Manusia di Kampus Untirta Sultan Ageng Tirtayasa dalam sejarah mainstream dituliskan sebagai sosok pemimpin dari Banten yang menolak kesewenang-wenangan VOC dalam memonopoli hasil bumi yang dihasilkan rakyat Banten. Beliau memimpin Banten di tahun 1600-an, bersamaan dengan masa awal-awal kedatangan VOC ke  Nusantara. Ciri utama dalam kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa adalah kecintaannya pada pendidikan dan perdagangan bebas. Banten menjadi pelabuhan bebas, dan pusat pendidikan di Tanah Jawa utamanya pendidikan agama Islam. 3 abad setelahnya, Nama Sultan Ageng Tirtayasa diabadikan sebagai nama Universitas di Banten. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berdiri di Kota Serang dengan harapan mampu menjadi pusat pendidikan di Indonesia, setidak-tidaknya di Tanah Banten. Aktivitas-aktivitas akademik digalakkan untuk mencapai cita-cita tersebut, salah satunya adalah Seminar: Perempuan dan Hak Asasi Manusia yang ...

Kedai Kopi, Hukum Adat dan Kekerasan Seksual

Gambar
Diskusi Publik di Kota Palu Halooo semua, ini adalah ceritaku tentang Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Palu, Sulawesi Tengah! Palu adalah kota ketiga yang aku datangi untuk kampanye ini setelah Palembang dan Padang. Ini dia ceritanya ...   Aku dan Ibu Kunthi (Komisioner Komnas Perempuan) berkesempatan mengunjungi kota Palu, 7-9 Desember kemarin dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diinisiasi oleh teman-teman Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST). Ada banyak cerita menarik selama kami di Palu. Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah dulunya merupakan pusat pemerintahan kerajaan Palu yang tentu saja masih menyisakan begitu banyak hukum adat sampai hari ini. Hukum adat yang berlaku ini sayangnya masih banyak yang tidak sensitif pada korban. di kantor KPKP-ST Andaikan ada seorang laki-laki beristri yang memperkosa perempuan lain, maka laki-laki itu dihukum harus membayar kerbau 1 ekor yang dise...

Cerita dari Sumatera: Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Gambar
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Halo semua! Setiap tahunnya, mulai tanggal 25 November sampai 10 Desember, Komnas Perempuan bersama-sama seluruh elemen masyarakat sipil melakukan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP). Kampanye ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu Kekerasan terhadap Perempuan. Kekerasan terhadap Perempuan selama ini dianggap sebagai isu dia , bukan isu kita bersama!  Tahun 2014 ini adalah tahun keempat keterlibatan aku dalam kampanye ini. Perkenalan aku pertama kali dengan Komnas Perempuan pun terjadi karena kampanye ini. Di tahun 2011, aku menghadiri sebuah seminar di kampus Atma Jaya tentang pornografi di dunia internet dan anak. Ternyata seminar itu adalah bagian dari kampanye 16 HAKTP. Tahun 2012, aku bersama teman-teman BEM FIKom Untar menginisiasi sebuah seminar bertemakan perkawinan Jurnalisme dengan Feminisme. Pembicara utama adalah Ibu Uni Lubis. Tahun 2013, aku sudah menja...

Kunjungan Freedom Institute ke Komnas Perempuan

Gambar
Kunjungan Freedom Institute ke Komnas Perempuan Komnas Perempuan menerima kunjungan dari Freedom Institute yang mengajak serta mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (08/04/2013). Mahasiswa-mahasiswi ini memperoleh fellowship dari Freedom Institute yang kegiatannya berkunjung ke beberapa lembaga yang diharapkan bisa memberikan sharing pengalaman diantaranya adalah Komnas Perempuan. Kehadiran 5 orang mahasiswa dan mahasiswi ini diterima oleh komisioner Komnas Perempuan Neng Dara Affiah dan Theresia Yulianti dari Divisi Partisipasi Masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB. Di awal pertemuan ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah menyempatkan hadir, menyapa dan menyambut baik kunjungan ini. Ketua Komnas Perempuan, Yunianti Chuzaifah menyempatkan diri untuk bertemu Kunjungan ini bersifat study visit dan berlangsung selama kurang lebih 90 menit. Di awal kunjungan, Theresia Yulianti mempresentasikan tentang Komnas Perempuan. Dalam presentasinya, ia menyampaika...

Nono Sampono Mulai Gerilya Jaring Suara Mahasiswa

Gambar
Nono Sampono (keempat dari kanan) Walau pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta masih menyisakan satu tahun lagi, bakal calon gubernur, Nono Sampono, mulai gerilya menjaring suara khususnya mahasiswa. Hal ini terlihat ketika Nono Sampono menjadi pembicara kuliah umum di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (3/11). Saat itu, Nono Sampono memberikan kuliah umum bertema “Pengembangan Potensi Maritim Guna Optimalisasi Pembangunan Nasional Menghadapi Komunikasi Global”. Namun, Nono Sampono mengelak dianggap sedang berkampanye. "Ini bukan tempatnya untuk berkampanye. Ada saatnya untuk berkampanye. Ada hak kalian untuk memilih sosok pemimpin yang membawa Jakarta menjadi lebih baik. Paling tidak masa lalu ada Ali Sadikin yang tua, sekarang ada Ali Sadikin yang muda," ujarnya dengan nada bergurau Walau Nono Sampono menolak dianggap berkampanye, beliau juga tidak semerta-merta menolak memberikan bocoran tentang visinya membawa Jakarta saat salah satu m...

Jadi Mata Harimau Untuk Selamatkan Harimau Sumatera

Gambar
Komitmen Bersama Selamatkan Harimau Sumatera Jumat, (16/9) Greenpeace Indonesia meluncurkan kampanye penyelamatan Harimau Sumatera yang kini jumlahnya kurang dari 400 ekor. Kampanye ini bertepatan dengan ulang tahun Greenpeace yang ke-40. Bertempat di teater kecil Taman Ismail Marzuki, Greenpeace Indonesia mengajak kita semua untuk peduli pada kelangsungan hidup Harimau-Harimau Sumatera yang tersisa. Kampanye ini menampilkan   pameran foto, pemutaran film, pagelaran silat harimau, orasi dan peneguhan komitmen bersama penyelamatan Harimau Sumatera. Berbagai pihak hadir dalam kampanye ini antara lain, Kementrian Kehutanan, Kontras, LBH Jakarta, Walhi, dan komunitas masyarakat Minangkabau serta beberapa media. Harimau Sumatera Menunggu Mati Perusakan hutan tropis baik pembalakan liar maupun pembukaan perkebunan menjadi alasan utama menghilangnya sang raja hutan. Rumah terbaik bagi Harimau bukanlah perkebunan kelapa sawit, bukan juga apartemen-apartemen mewah, tetapi hut...