Postingan

Menampilkan postingan dengan label rcti

Perspektif Pers, Editorial Harian Kompas & Seputar Indonesia

Perspektif dan pers merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Walau sama-sama berikrar janji untuk menyajikan berita yang berimbang dalam satu wadah bernama Kode Etik Jurnalistik (KEJ), tetap saja kita sulit menemukan keberimbangan mutlak dalam suatu pemberitaan. “Cover Both Side” yang selama ini didengung-dengungkan setiap insan pers sepertinya hanya ada di buku-buku pelajaran. Era kebebasan berpendapat seperti ini, sepertinya sudah melenceng jauh dari makna sesungguhnya, makna ketika pers itu masih terkukung dan terkubur dalam belenggu. Dewasa ini, pers cenderung aktif menjadi pemain, mungkin sudah bosan hanya menjadi pengamat. Pers bahkan sudah mampu mengarahkan dan membentuk opini pemirsanya lewat pemberitaan yang berulang-ulang dalam bingkai bernama agenda setting dan farming. Sebagai pilar keempat dalam era demokrasi seperti ini, pers jelas mempunyai potensi untuk membentuk karakter dari suatu objek dan mematrikannya di otak pemirsa. Hal inilah yang membuat banyak politisi at...

Salahkah Reality Show Berskenario ?

Gambar
Kamis, 4 Pebruari jam 11 malam kurang sedikit, saya sedang menyaksikan reality show di RCTI, "Masihkah Kau Mencintaiku". Ketika itu, sedang tayang episode bapak tiri menikahi anak tiri. Sedang asyik-asyiknya menonton, saya mendapat sebuah notifikasi facebook yang memang sengaja saya aktifkan. Setelah saya lihat, ternyata notifikasi itu berupa sebuah pesan yang dituliskan di dinding saya. Isinya sebuah pemberitahuan bahwa salah seorang kakak senior saya di kampus ada di acara itu. Sedikit tidak percaya, saya mencocokan foto kakak senior saya itu dengan salah satu wanita yang ada di acara itu. Ternyata mirip, dan di status facebook kakak senior saya itu juga menyatakan bahwa dia sedang berada di RCTI. Hmm.. Berarti benar kata-kata orang selama ini bahwa reality show yang ada di televisi itu sudah diskenariokan sebelumnya. Bagi saya pribadi, saya tidak mempersoalkan masalah itu, apakah diskenariokan atau tidak. Karena bagi saya, yang terpenting itu pesan yang ingin disampaikan...