Postingan

Menampilkan postingan dengan label perawan

Otak di Selangkangan

Gambar
sumber: liputan 6 Dua hari ini, amarah meledak-ledak! Ledakan amarah ini dipicu dari wacana DPRD Jember untuk membuat rancangan peraturan daerah (ranperda) yang menempatkan keperawanan sebagai indikator kelulusan sekolah. Hal yang absurd sekali. Entah logika apa yang dipakai sama DPRD Jember sampai mereka bisa menghukum siswi yang tidak perawan dengan tidak meluluskan sekolahnya!  Bagiku yang harus dites bukan keperawanan, tetapi otak para anggota DPRD Jember itu. Aku bercuriga bahwa otak mereka sudah pindah ke selangkangan. Bagaimana tidak? Isu keperawanan selalu direkatkan dengan moralitas dan agama, seolah-olah bahwa perempuan yang tidak perawan adalah perempuan yang tidak baik-baik dan hanya perempuan yang perawanlah yang merupakan perempuan baik-baik. Padahal perawan atau tidak itu hanya perkara satu selaput. Orang-orang menamainya selaput dara. Selaput dara identik dengan keperawanan. Padahal bentuknya macam-macam, berbeda antara satu perempuan dengan per...