Postingan

Menampilkan postingan dengan label monas

Cerita Jakarta tentang Tragedi Mei 1998

Gambar
"Karena Jakarta tak hanya Monas dan Bunderan HI ...." Kota sebagaimana otak kita, mampu merekam segala peristiwa yang terjadi. Semuanya disimpan dengan baik, dan dikomunikasikan melalui bangunan, situs-situs memorialisasi dan interaksi antar penduduknya. Aku yang belajar Ilmu Komunikasi percaya bahwa pesan tidak hanya hadir melalui kata-kata, arsitektur bangunan dan bentuk jalan pun merupakan pesan yang bisa kita maknai. Namun, sebagaimana pesan, kadang banyak noise (gangguan) yang mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan mengalami ketidakjelasan ( distorsi ).  Jakarta, sebagai kota pun demikian. Ia sesungguhnya sedang berkomunikasi dengan kita, hanya sering kali, kita tidak sadar akan itu. Jakarta yang sudah berusia lebih dari 400 tahun, tentu menyimpan banyak memori di dalamnya dan ingin sekali membagi memori itu dengan kita. Nah, melalui tulisan ini, aku mencoba untuk ikut membantu Jakarta dalam bercerita. 1. Prasasti Mei 1998 & Makam Massal Korban ...

Olahraga pagi yuk. ..

Gambar
Hidup di ibu kota sering kali membuat kita terjebak pada rutinitas kerja yang membosankan, mulai dari boss yang galak, gaji yang sering terlambat dan ancaman PHK yang bisa datang kapan saja. Tidak hanya itu, pola makan yang tidak teratur, gizi yang tidak seimbang, kurang serat ditambah lagi polusi kendaraan, kemacetan, sampai asap rokok hanya akan membuat kita semakin dekat dengan kematian. Berbagai penelitian telah membuktikan hal itu. Berbagai macam penyakit mematikan pun bermunculan, mulai dari sakit jantung, kanker, hepatitis, diabetes hingga gagal ginjal siap menyerang kita kapan saja. Taraf hidup ibu kota yang tinggi menuntut kita untuk mempergunakan setiap waktu kita untuk mencari uang dan uang sampai-sampai kadang kita lupa makan, lupa olahraga dan yang paling parah lupa ibadah. Kesemua hal di atas, hanya membawa kita semakin mendekati kematian. Tak sedihkah Anda bila melihat keluarga Anda menangis ketika Anda meninggal..? Belum lagi bila ketika Anda meninggal, Anda menderita p...