Postingan

Menampilkan postingan dengan label mei 1998

Cieee Putri Sulung Reformasi Ulang Tahun

Gambar
Bantal Pasti Ada Jalan dibuat oleh Komunitas Rajut Kejut Ceritanya minggu lalu, kantorku, Komnas Perempuan alias Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan merayakan ulang tahunnya yang ke-17! Cieeeeee sweet seventeen cieeeee!  Tidak berasa, Komnas Perempuan kini telah 17 tahun, hadir dan mewarnai setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Buat yang belum tau, Komnas Perempuan merupakan anak sulung reformasi karena dialah Lembaga Negara pertama yang lahir pasca reformasi digulirkan. Komnas Perempuan pun tidak menunggu untuk dilahirkan, Ia justru mendesak untuk lahir. Ia lahir atas desakan masyarakat sipil yang marah dan menuntut pertanggungjawaban negara atas maraknya perkosaan massal di Mei 1998.  Presiden Habibie pun lalu meneken Keputusan Presiden no 181 tahun 1998 tentang pembentukan sebuah Lembaga Negara Independen yang memiliki mandat spesifik, yakni menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Tidak mudah untuk membentu...

Cerita Jakarta tentang Tragedi Mei 1998

Gambar
"Karena Jakarta tak hanya Monas dan Bunderan HI ...." Kota sebagaimana otak kita, mampu merekam segala peristiwa yang terjadi. Semuanya disimpan dengan baik, dan dikomunikasikan melalui bangunan, situs-situs memorialisasi dan interaksi antar penduduknya. Aku yang belajar Ilmu Komunikasi percaya bahwa pesan tidak hanya hadir melalui kata-kata, arsitektur bangunan dan bentuk jalan pun merupakan pesan yang bisa kita maknai. Namun, sebagaimana pesan, kadang banyak noise (gangguan) yang mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan mengalami ketidakjelasan ( distorsi ).  Jakarta, sebagai kota pun demikian. Ia sesungguhnya sedang berkomunikasi dengan kita, hanya sering kali, kita tidak sadar akan itu. Jakarta yang sudah berusia lebih dari 400 tahun, tentu menyimpan banyak memori di dalamnya dan ingin sekali membagi memori itu dengan kita. Nah, melalui tulisan ini, aku mencoba untuk ikut membantu Jakarta dalam bercerita. 1. Prasasti Mei 1998 & Makam Massal Korban ...

17 Tahun Sudah dan Mereka Masih Disangkal

Gambar
Nisan Korban Tragedi Mei di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur Usia ke-17 dalam banyak tradisi diperingati sebagai titik awal kedewasaan yang biasanya direkatkan dengan berbagai atribusi kebebasan dan kemandirian. Di usia ini, seseorang dianggap sudah menjadi manusia yang berkesadaran penuh dan mampu bertanggung jawab. Di usia ini pulalah, Kartu Tanda Penduduk (KTP) diterbitkan sebagai tanda ia telah menjadi subjek. Maka, tak heran bila ulang tahun ke-17 dirayakan dengan penuh suka cita melebihi ulang tahun di rentang usia lainnya. Orang-orang menamainya sweet seventeen . Masih membahas usia yang ke-17. Kebebasan dan kemandirian adalah dua hal yang paling dekat dengan orang-orang di usia ini. Mereka yang telah sampai di usia ini, menolak untuk dikategorikan lagi sebagai anak kecil. Mereka menuntut kebebasan. Mereka ingin bebas menyuarakan pendapatnya. Mereka ingin bebas dalam tiap langkahnya. Mereka ingin bebas dari kebungkaman. Di sisi lain, kemandirian menjadi corak yang ...