Postingan

Menampilkan postingan dengan label opera clara

Clara yang Tak Boleh Dilupakan

Gambar
Opera Clara, sumber: Kita Anak Negeri Namanya Clara, matanya sipit, sama seperti kebanyakan gadis-gadis Tionghoa lainnya. Sehari-hari, ia mengurusi bisnis Ayahnya. Ia menjalani hari-hari sebagaimana mestinya, sampai peristiwa itu terjadi. Ya, Tragedi Mei 1998 menyisakan luka besar menganga dalam dirinya. Ada ruang kosong dalam hatinya sejak kejadian itu. Mobilnya dicegat oleh sekelompok massa di jalan tol. Ia diperkosa beramai-ramai. Ia menjadi satu dari setidaknya 85 perempuan korban perkosaan massal yang terjadi dalam tragedi itu. Clara menyisakan pilu yang mendalam, menyayat-nyayat perih bagi siapa saja yang datang ke Taman Ismail Marzuki, 13-14 Desember lalu. Komnas Perempuan bersama Indonesia untuk Kemanusiaan dan sejumlah mitra lainnya menyelenggarakan pagelaran Opera yang berjudul Clara. Opera karya Ananda Sukarlan ini dipentaskan dengan begitu apik sore itu. Perpaduan vokal, musik, drama dan permainan lampu yang menawan sukses meninggalkan jejak mendalam di benak set...

Apa dan Mengapa Pundi Perempuan?

Gambar
Aku bersama Yulita dan Mia, tim dari Komnas Perempuan! Halo every body! Ceritanya kamis malam kemarin (25/9), aku berada di tengah-tengah pertunjukan resital piano sang Maestro musik klasik, Ananda Sukarlan dalam tajuk Ananda untuk Perempuan Indonesia. Resital ini dihelat di Terrace Garden Hotel Four Seasons, Jakarta. Para hadirin yang datang disuguhkan permainan piano yang luar biasa dari sang maestro yang lama tinggal di Eropa ini. Resital ini menampilkan cuplikan-cuplikan dari Opera Clara yang akan dipentaskan desember nanti. Opera Clara diadopsi dari cerpen yang juga berjudul Clara karya Seno Gumilar Ajidarma. Cerpen Clara bercerita tentang Clara, seorang gadis Tionghoa yang diperkosa di jalan tol di Mei 1998. Cerpen Clara merupakan salah satu kisah yang paling memilukan tentang perkosaan gadis-gadis Tionghoa 16 tahun lalu. Resital Piano Ananda untuk Perempuan Indonesia merupakan salah satu kampanye Pundi Perempuan, yang digagas oleh Komnas Perempuan dan Indonesia un...