Postingan

Menampilkan postingan dengan label pakistan

Exihibition Dreams Stitched in Colours oleh Kedubes Pakistan

Gambar
Masih sepi, Fikom Untar menjadi yang pertama sampai Galeri Nasional Indonesia Jumat, (18/11), bertempat di Galeri Nasional Indonesia, kedutaan besar Pakistan bekerja sama dengan Kementerian pariwisata dan kebudayaan Republik Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan pameran tekstil, foto dan kebudayaan Pakistan bertajuk “Dreams Stitched in Colours”. pemberian cenderamata oleh dubes Pakistan ke Wamendikbud Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Pakistan sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan dengan Republik Indonesia. Acara ini dibuka oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah disusul dengan sambutan oleh Wakil Menteri Pendidikan, Musliar Kasim. Acara ini juga menampilkan tarian-tarian khas Pakistan yang mengundang decak kagum dari para pengunjung. Ratusan pengunjung berbaur menjadi satu menikmati sugguhan pertunjukkan kebudayaan negara beribu kota Islamabad tersebut. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara turut...

Diskusi Meja Bundar Bersama Duta Besar Pakistan

Gambar
Diskusi bersama Gelisah rasanya untuk tidak berkomentar soal artikel ini dan ini .  Kedua artikel tersebut berisi diskusi yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Pakistan yang membahas The Blackest Day for Khasimiris. Kebetulan saya dan teman-teman Fikom Untar datang ke acara tersebut. Kedatangan kami bermula ketika teman saya @veroagustine diundang oleh staf lokal Kedubes Pakistan untuk makan siang bersama dan sedikit berdiskusi. Tak ada satu pun dari kami yang tau bahwa siang itu merupakan hari peringatan bagi rakyat Khasmir. Menurut Zahir Khan, ketua Forum solidaritas untuk Khasmir, 27 oktober 1947 merupakan hari pertama invasi oleh tentara India di wilayah Khasmir dan setiap tahunnya diperingati sebagai hati terkelam rakyat Khasmir. Saya enggan berkomentar lebih jauh soal diskusi ini. Karena keterangan yang saya terima hanya dari pihak Pakistan saja. Saya tidak tahu bagaimana pihak India melihat hal ini. Prinsip cover both side seperti yang diajarkan di kampus...