Postingan

Menampilkan postingan dengan label buku

Resensi Buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital

Gambar
Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari Judul: Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital Penulis: Nita Kartikasari Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2017 Bahasa: Indonesia Tebal: 192 halaman Membaca buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari ibarat orang yang tengah tidur siang, seketika bangun karena disiram dengan air es seember. Nita Kartikasari seolah membangunkan semua praktisi Public Relations (PR) dari tidurnya selama ini. Melalui buku ini, Nita menyadarkan para pembacanya bahwa dunia sudah berubah, dan kerja-kerja PR pun harus berubah mengikuti zaman! Aku jadi teringat dengan teori seleksi alamnya Charles Darwin. Adalah niscaya bahwa segala sesuatu yang tak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, pasti binasa! Begitu pun dengan dunia kehumasan, bila tak mampu menjawab tantangan zaman, niscaya akan digilas zaman!  "PR yang enggak berubah, pasti ma...

Dialog Imajiner antara Karl Marx dan Paul Lafargue

Gambar
Buku Hak untuk Malas karya Paul Lafargue, sumber: goodreads.com “Manusia yang bebas adalah cita-cita, manusia yang terbatas adalah niscaya” Sepenggal kalimat itu aku kutip dari obrolan senin malam di kampus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Rawasari, Jakarta Pusat. Aku mengambil kursus ekstensi filsafat di sana. Manusia yang bebas selalu menjadi subjek pengandaian dalam perbincangan filsafat walau pada tataran realitanya manusia (hampir) tidak ada yang bebas.  Sederhananya begini, kita sebagai manusia punya kebebasan untuk memilih pasangan, tapi kebebasan itu selalu dibatasi oleh syarat-syarat orang tua atau calon mertua! Nah loh! Ngomong-ngomong soal mertua, pernahkah kamu membayangkan calon mertua kamu adalah seorang filsuf? Malam apel bisa-bisa berubah menjadi kelas filsafat! Mungkin inilah yang dialami oleh Paul Lafargue, menantunya Karl Marx! Minggu lalu, aku direkomendasikan buku “Hak untuk Malas” karya Paul Lafargue, dan setelah cari-cari profilnya d...

Resensi Buku: Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Gambar
Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan! Membaca buku ini serasa berjalan di lorong-lorong penuh tanda tanya tentang apa yang terjadi di pertengahan bulan Mei di tahun 1998. Lembar demi lembar mengantarkan kita pelan-pelan menyibak segala misteri yang menyelimuti tragedi paling mencekam di akhir abad ke-20. Buku ini ditulis dengan sangat baik dan runut oleh seorang jurnalis, kontributor Tempo di Australia yang bertugas waktu itu. Seperti khasnya laporan jurnalistik, buku ini ditulis secara gamblang, apa adanya. Peristiwa kelam itu dituliskan dengan terang benderang berdasarkan pengamatan dan wawancara dari para pelaku sejarah. Tak seperti laporan pelanggaran HAM lainnya, buku ini ditulis dengan renyah. Kata-kata yang dipilih penulis lugas dan tegas tanpa kesan jelimet . Membaca kalimat demi kalimat ibarat sedang menonton sebuah pertunjukan opera musikal yang sangat dimudah untuk dicerna. Penonton dibawa ke dalam alur cerita menit per menit. Detail-detail kejadian y...

Mengenal Lebih Dekat Irvina Lioni Yuniasari

Gambar
 aku bareng Irvina Lioni, pas beli buku Digital Love Kancut Keblenger di Gramed PIM, 23/6 Tulisan ini aku dedikasikan untuk Irvina Lioni Yunisari , salah satu kawanku yang paling kece yang besok (30/6) akan meluncurkan buku pertamanya yang berjudul “Digital Love Kancut Keblenger” Bicara soal Irvina Lioni, mungkin sudah tidak asing lagi, apalagi bagi para penggiat media sosial. Di Google, sudah banyak teman-teman lain yang mencoba mendeskripsikan perempuan 22 tahun ini. Namun, hanya sebatas Irvina sebagai founder dari Kancut Keblenger. Belum ada yang bicara Irvina sebagai seorang mahasiswi. Apakah Irvina termasuk mahasiswa cumlaude, atau sebaliknya ? Apakah Irvina sosok populis atau malah lebih sering menyendiri ? Apakah sosok Irvina di kampus sama seperti citranya di media sosial ?  Penasaran ? here we go . . Awal Jumpa Irvina (di tengah pake baju kuning) dan aku (paling tinggi) pas Makrab 2009 Terima kasih Semesta, aku diberikan kes...