Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gie

Ah, Mama Tidak Mengerti!

Gambar
      sumber foto: wikipedia Mamaku tiap minggu selalu menelepon, dan kalimat awalnya selalu sama. Setelah Halo, mama akan bilang: “Kamu kapan keluar dari Komnas Perempuan?” Setelah kalimat itu, kalimat keduanya pun kurang lebih selalu sama: “Kamu tidak akan dapat apa-apa dari Komnas Perempuan. Uang tidak dapat, musuh malah ada di mana-mana. Nanti kamu diracun di pesawat kayak si itu tuh, si Munir” Setelah dua kalimat itu, giliran aku menjawab. Jawabanku biasanya juga selalu sama,  “Ahh, Mama tidak mengerti!” Lamunanku malam itu lantas pergi ke sosok Soe Hok Gie, sosok yang sudah aku gandrungi sejak aku SMP. Gie ketika kuliah juga mengalami apa yang aku alami, atau lebih tepatnya aku mengalami apa yang dialami oleh Gie dulu. Mamanya Gie juga begitu. Di tiap-tiap malam, Gie sehabis demontransi, Mamanya akan bilang: “Gie, untuk apa ini semua ? Kamu tidak dapat uang malah tambah musuh saja!” Dengan tenang, Gie bilang: “Ah, ...

Soe Hok Gie, antara Kuliah, Organisasi dan Cinta

Gambar
Gie, Sang Mahasiswa Sejati “Lebih baik diasingkan dari pada menyerah pada kemunafikan” Begitulah kata-kata yang sering didengungkan Gie atau lebih tepatnya Soe Hok Gie . Gie, seorang idealis yang lahir 17 Desember 1942 ini merupakan sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan bagi mahasiswa saat ini. Kuliah, organisasi dan cinta berhasil disatukan dengan sangat baik. Gie, seorang mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia tergololong cukup pintar. Ia juga merupakan seorang aktivis perjuangan mahasiswa. Ketika Soekarno berada pada titik nadir, Gie dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan masa mengoyang pemerintahan Soekarno yang dinilai telah melenceng. Cinta, sepintas tak ada waktu bagi seorang Gie untuk bercinta. Namun, jangan salah, Gie masih sempat-sempatnya berpacaran. Tidak hanya satu, cukup banyak wanita yang singgah di hati Gie. Gie, sekali lagi berhasil memadukan antara kuliah, organisasi dan cinta. Benar-benar perpaduan yang paling pas sebagai panutan bagi mahasiswa. Gi...

Makam Soe Hok Gie Ada di Museum Taman Prasasti

Gambar
Soe Hok Gie, seorang demonstran vokal yang lahir di zaman presiden S0ekarno. Gie lahir 17 Desember 1942 dan menghembuskan nafas terakhirnya 16 Desember 1969. Gie meninggal di usia yang masih sangat muda. Ia meninggal akibat menghirup gas beracun di gunung Semeru. Soe Hok Gie, seorang pemuda yang sangat berpegang teguh pada pendirian dan rajin mendokumentasikan kisah hidupnya dalam buku harian. Buku harian tersebut diterbitkan dengan judul "Catatan Seorang Demonstran". Soe Hok Gie, seorang manusia yang sangat menginspirasi hidup saya. Banyak kata-kata Gie yang kini menjadi pijakan langkah kaki saya. Beberapa di antaranya : "Guru bukanlah dewa dan selalu benar, dan murid bukanlah kerbau. Guru yang tidak tahan kritikan boleh masuk tong sampah" "Lebih baik diasingkan dari pada menyerah pada kemunafikan" Banyak lagi kata-katanya yang sangat menyentuh sanubari setiap pemuda. Banyak yang mengagumi sosoknya yang sederhana. Bahkan di tahun 2005, Sebuah film yang be...