Postingan

Menampilkan postingan dengan label timnas

Sistem Penjualan Tiket Final Piala AFF Tidak Berprikemanusiaan

Gambar
Jakarta, 26 Desember 2010 Gambar di atas bukan menunjukan euforia supporter atas kemenangan Timnas, melainkan carut marutnya sistem penjualan tiket final piala AFF. Coba bayangkan, Loket tidak dibuka, calon penonton diarahkan ke stadion, dan tiket pun dilempar ke udara. Hasilnya tentu saja, para calon penonton saling berebut untuk mendapatkan tiket. Hal yang tidak masuk di akal. . . Andai saja, tiket dijual di loket, tentu semuanya akan berjalan tertib, tidak ada kisruh di sana -sini. Ada baiknya para panitia penjualan tiket belajar event organizer dulu di Fikom Untar sebelum jualan tiket, hahaa.

Bahasa Indonesia Gagal Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

“Bahasa Menunjukkan Bangsa” Pribahasa itu sering tercetak di buku-buku Bahasa Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SMA. Namun, seiring virus westernisasi yang menggerogoti bangsa ini, pribahasa itu seolah hanya tinggal pribahasa, tanpa makna. . “Kami Putra-Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia” Begitu pula dengan butir Sumpah Pemuda yang ketiga ini. Nasibnya kurang lebih sama seperti pribahasa itu. Semakin dikikis oleh zaman. . ******************* Djarum Indonesia Super League, Coppa Indonesia adalah bukti bahwa penggunaan bahasa Indonesia di negeri sendiri masih kurang. Sedikit kabar baik, karena mulai musim kemarin Coppa Indonesia sudah diganti menjadi Piala Indonesia. Namun, Euforia penggunaan Bahasa Indonesia ini seperti “hangat-hangat tahi ayam” karena sebentar lagi Inter Island Cup akan diselenggarakan. Heran kenapa namanya harus Inter Island Cup, kenapa tidak Piala Nusantara..?? Mungkin Para Petinggi PSSI terlalu sibuk memikirkan prestasi ti...