Bahasa Indonesia Gagal Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

“Bahasa Menunjukkan Bangsa”
Pribahasa itu sering tercetak di buku-buku Bahasa Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SMA. Namun, seiring virus westernisasi yang menggerogoti bangsa ini, pribahasa itu seolah hanya tinggal pribahasa, tanpa makna. .

“Kami Putra-Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”
Begitu pula dengan butir Sumpah Pemuda yang ketiga ini. Nasibnya kurang lebih sama seperti pribahasa itu. Semakin dikikis oleh zaman. .


*******************

Djarum Indonesia Super League, Coppa Indonesia adalah bukti bahwa penggunaan bahasa Indonesia di negeri sendiri masih kurang. Sedikit kabar baik, karena mulai musim kemarin Coppa Indonesia sudah diganti menjadi Piala Indonesia. Namun, Euforia penggunaan Bahasa Indonesia ini seperti “hangat-hangat tahi ayam” karena sebentar lagi Inter Island Cup akan diselenggarakan. Heran kenapa namanya harus Inter Island Cup, kenapa tidak Piala Nusantara..??

Mungkin Para Petinggi PSSI terlalu sibuk memikirkan prestasi timnas yang tak kunjung membaik sehingga lupa dengan Pribahasa “Bahasa Menunjukkan Bangsa” dan Sumpah Pemuda yang dicetuskan 1928.

Entahlah. .
Entah kapan Bahasa Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. . .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?