Iklan yang Tidak Seharusnya Diiklankan

Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi antara produsen atau penjual dengan konsumen atau pemakai dengan tujuan untuk membujuk konsumen untuk menggunakan produk dari produsen. Iklan menjadi sesuatu yang penting mengingat makin tingginya tingkat persaingan, dan hal itulah yang menyebabkan banyak produsen lupa atau pura-pura lupa bahwa iklan itu harus beretika. Banyak produsen yang melanggar etika itu, dan ini adalah beberapa contohnya :

1. Iklan Fren (Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun)



Persaingan sengit antara para penyedia layanan kartu selurer tampaknya sudah memasuki suatu demensi baru. Perang tarif dan perang ikon menjadi sesuatu yang lumrah, dan lagi-lagi masyarakat yang menjadi tujuan peperangan tersebut. Fren, salah satu penyedia layanan kartu seluler beberapa waktu lalu mengeluarkan sebuah iklan yang menampilkan seorang wanita hanya mengenakan daun dan ditemani beberapa pria yang juga hanya mengenakan daun.

Setidaknya ada 2 hal di iklan itu yang menjadi bahan perdebatan :
1. Iklan ini menempatkan seorang wanita muda hanya mengenakan daun, dan ada tiga pria yang juga hanya mengenakan daun di belakangnya. Iklan ini tidak mendidik. Iklan ini jelas termasuk iklan yang mengeksploitasi seksual. Apa salahnya bila wanita dan tiga pria itu mengenakan pakaian yang pantas?
2. YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) juga mempermasalahkan slogan dari Fren, “Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun”. YLKI berpendapat daun bukan merupakan alat pembayaran yang sah.


2. Iklan Kopi Susu Ya (Julia Perez)


Tak perlu lagi diperdebatkan. Iklan ini jelas hanya menjual kemolekan tubuh Julia Perez bukan Kopi Susu Ya. Eksploitasi tubuh wanita secara besar-besaran dapat dilihat dalam iklan ini. Herannya, kenapa ya iklan ini masih ada di Televisi kita..?? Mungkin hanya rumput yang bergoyang yang tau jawabannya.

3. Iklan Mobil Suzuki Swift
Iklan yang diluncurkan tahun 2005 ini sempat mendapat kecaman dari Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan karena visualnya yang seronok dan vulgar.

Sebuah mobil di selangkangan wanita ditambah kata-kata “It’s a boy thing” jelas merupakan perendahan derajat kaum wanita.

4. Iklan Simpati Max ( Lupain Waktu)



Iklan dari salah satu provider kartu seluler terbesar di Indonesia ini sepintas wajar-wajar saja. Namun, bila diperhatikan lebih mendetail ada satu kesalahan dalam iklan ini. Iklan ini menggambarkan seorang wanita dengan pemukul kayu berulang kali memukul sebuah jam weker. Bila tidak hati-hati, iklan itu dapat menyebabkan perilaku agresif yang berlebihan dari para penonton.

5. Iklan Surya 12 Premium ( Taklukan Tantanganmu)



Banyak yang memuji iklan ini. Iklan ini mempertontonkan efek-efek animasi luar biasa kerennya. Namun, iklan ini juga mempertontonkan gaya pengendara yang ugal-ugalan, mulai dari menembus pasar yang sempit, hingga melompat melewati kereta api. Banyak anak muda sekarang sudah terdoktrinisasi bahwa sikap ugal-ugalan itu keren. Ini yang menjadi bahaya.


Bahan Referensi :

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Tulisan ini merupakan Tugas Hukum Komunikasi penulis, tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan suatu produk

Akhir kata, Semoga Tuhan Memberkati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial