Postingan

Menampilkan postingan dengan label miskin

Membawa Pendidikan Lebih Dekat dengan Mereka

Gambar
indahnya berbagi dengan mereka 5 April 1994, aku dilahirkan sebagai seorang putri yang diberi nama Angel Aku lahir di Timur Indonesia, di gugusan pulau-pulau yang kaya rempah, di Maluku. Aku lahir di keluarga yang berkecukupan, dalam hal materi maupun cinta kasih. Hidupku layaknya anak-anak biasa, dipenuhi riang dan canda tawa. Lulus sekolah, aku memutuskan untuk pergi ke ibu kota, meraih pendidikan yang lebih baik. Aku memilih Universitas Tarumanagara sebagai kampusku, dan Fakultas Psikologi menjadi fakultasku. Menjadi seorang Psikolog, memang cita-citaku sejak kecil. Sejak kecil, aku selalu dinasehati oleh kedua orang tuaku, terutama oleh mama. “ Nak, kita harus peduli dengan saudara-saudara kita yang hidupnya di bawah kita.” Kata mama. Aku ingat kata-kata ini, hingga suatu ketika, aku berkenalan dengan Susan mahasiswa ekonomi yang kebetulan anggota Saturday Academy . Darinya, aku tahu tentang anak-anak di Tanjung Duren Selatan, yang hidup di perumahan kumuh, kontras dengan ...

Sisi Lain di Balik Megahnya Open House Istana

Gambar
Antusiasme warga ingin bertemu Presiden Siang itu, matahari tengah terik-teriknya menyinari kawasan silang Monas. Tampak seorang pria paruh baya tengah duduk di bawah pohon, mencoba berlindung dari sengat matahari. Pria paruh baya itu tengah menanti giliran untuk diangkut mobil polisi, guna bertemu bapak Presiden yang sedang menggelar open house. Pria paruh baya itu bernama Supri. Pak Supri berusia 55 tahun, memiliki seorang istri yang ia cintai, dan 3 orang anak, buah cinta mereka. Sehari-hari, pak Supri memulung botol-botol bekas dan sampah plastik untuk ditukar dengan segenggam beras dan beberapa ribu rupiah. Hidupnya sangat sederhana, bila tidak mau dikatakan miskin. Namun, ia tetap bersyukur kepada Tuhan karena telah diberi pendamping yang setia dan anak-anak yang selalu menyemangatinya. Aku dan pak Supri Sejak selasa kemarin, pak Supri telah tiba di ibu kota. Tujuannya satu, bertemu langsung dengan bapak Presiden. Tak kurang dari 80 kilometer, pak Supri tempuh dari ...