Postingan

Menampilkan postingan dengan label konsep

Kritik Atas Konsep Ruang Publik ala Jurgen Habermas

Gambar
suasana diskusi Halooo kawan-kawan! Kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika ikut diskusi mengenai narasi kritik pemikiran Jurgen Habermas tentang ruang publik yang ideal. Diskusi ini dihelat di markas Suara Kita, organisasi yang mengadvokasi hak-hak LGBT. Diskusi berjalan menarik bersama narasumber Dewi Candraningrum. Jurgen Habermas di tahun 1962 mengajukan konsep Strukturwandel der Offentlichkeit yang menekankan bahwa negara demokrasi yang sehat dipengaruhi oleh ruang publik yang sehat. Ruang Publik oleh Habermas didefinisikan sebagai berkumpulnya orang-orang untuk berdiskusi berdasarkan rasionalitas. Mula-mula, ruang publik muncul ketika orang-orang borjuis berdiskusi tentang sastra, politik di kedai-kedai kopi di Prancis.  Buku Narasi Kritik Pemikiran Jurgen Habermas Dewi Candraningrum dengan kerangka teori feminisnya mengkritik konsep Habermas tersebut. Bagi Dewi, Habermas adalah seorang filsuf yang buta gender. Habermas lupa memikirkan tent...

Antara Aku dan Diriku, Sebuah Konsep Diri

Aku seorang nasionalis walau budaya Indonesia mulai terkikis dan budaya asing makin anarkis Aku tetap optimis, tidak pesimis Aku orang yang akan tetap berseru Walau cobaan datang menderu Semangatku akan terus menggebu Walau sendiri ,aku tetap berseru Aku seorang idealis Walau hidup kembang-kempis Aku suka menulis Walau hasilnya sering membuat pembaca meringis Aku makhuk berTuhan Hanya Tuhan yang buat kubertahan Walau diancam seribu panahan Aku tetap berTuhan Aku seorang pemuda Kritis Dan semangatku tak akan pernah habis Walau dompet kian hari kian menipis Dan nasib seperti hujan gerimis Aku seorang perfeksionis Walau banyak cibiran sinis Dan banyak wajah-wajah bengis Aku tetap seorang perfeksionis Aku seorang pecinta wanita yang setia Walau samudera mengering Aku tak akan berpaling Walau datang seribu perawan Aku akan bertahan Walau diancam diterkam buaya Aku akan tetap setia Aku tetaplah Diriku Dan aku senang menjadi aku Siapa aku, sebuah pertanyaan yang sangat sederhana sekaligus pa...