Mengenal Lebih Dekat Irvina Lioni Yuniasari


aku bareng Irvina Lioni, pas beli buku Digital Love Kancut Keblenger di Gramed PIM, 23/6

Tulisan ini aku dedikasikan untuk Irvina Lioni Yunisari, salah satu kawanku yang paling kece yang besok (30/6) akan meluncurkan buku pertamanya yang berjudul “Digital Love Kancut Keblenger”


Bicara soal Irvina Lioni, mungkin sudah tidak asing lagi, apalagi bagi para penggiat media sosial. Di Google, sudah banyak teman-teman lain yang mencoba mendeskripsikan perempuan 22 tahun ini. Namun, hanya sebatas Irvina sebagai founder dari Kancut Keblenger. Belum ada yang bicara Irvina sebagai seorang mahasiswi.



Apakah Irvina termasuk mahasiswa cumlaude, atau sebaliknya ?
Apakah Irvina sosok populis atau malah lebih sering menyendiri ?
Apakah sosok Irvina di kampus sama seperti citranya di media sosial ?



Penasaran ? here we go . .



Awal Jumpa


Irvina (di tengah pake baju kuning) dan aku (paling tinggi) pas Makrab 2009

Terima kasih Semesta, aku diberikan kesempatan untuk mengenal sosok unik bernama Irvina Lioni Yunisari. Aku biasa memanggilnya Vina. Aku ingat dengan jelas awal aku betemu dengan dirinya. Saat itu akhir Oktober 2009. Kampusku mengadakan malam keakraban (makrab) di Ciloto, Puncak. Aku satu kampus dengan dirinya, hanya beda kelas.


Terima kasih lagi aku ucapkan pada semesta. Aku diberi kesempatan untuk satu kelompok dengan dirinya. Waktu itu, kami kelompok 3 dengan nama Noise. Masih ingat engga lau, vin ?

Impresi pertamaku tentang sosok perempuan berambut pendek ini sangat bagus. Menurutku, sosok Irvina saat itu sangat mewakili pandanganku terhadap AGJ (anak gahul Jakarta). Maklum, aku sendiri bukan asli ibu kota. Irvina waktu itu, masih unyu-unyu, sangat periang, dan sering bikin banyolan-banyolan yang bikin kami (minimal aku) ingat terus momen kebersamaan di Puncak itu.


Irvina dan media sosial

Bagian ini aku rasa engga perlu banyak-banyak aku tulis. Teman-teman tinggal cek saja di google. Sudah sangat banyak tulisan mengenai irvina dan media sosialnya. Bermula dari blog kancut-beringas nya, berlanjut dengan grup facebook Kancut Kebelenger, radio Kancut, situs resmi Kancut Keblenger sampai akhirnya dia bersama kawan-kawan meluncurkan buku “Digital Love Kancut Keblenger” yang diterbitkan oleh bukune dan akan dilaunching besok pagi di Area Car Free day !!!!

aku dan Irvina di Pesta Blogger 2010


Tapi taukah teman-teman bahwa apa yang ia capai hari ini tak lepas dari semangat gigihnya untuk tetap menulis blog dan kegigihannya untuk aktif di dunia media sosial ?


Aku masih ingat dengan jelas Pesta Blogger 2010 di Epicentrum. Saat itu, Irvina belum seperti sekarang, belum ada teman-teman kancut keblenger. Saat itu, hanya kami berdua yang ke sana. Mungkin dari sana, dirinya semakin kepincut dengan dunia maya.

Irvina dan dunia kampus

Nah, mungkin bagian ini yang jarang terekspos teman-teman semua. Irvina yang aku kenal adalah sosok mahasiswi yang beda dari mahasiswa-mahasiswi kampusku kebanyakan. Sosoknya terbilang sangat kritis dan punya logika yang bagus. Aku beruntung memiliki cukup banyak kelas dengannya walau kami berbeda perminatan. Dia memilih advertising dan aku sendiri jurnalistik.


Irvina (kaca mata putih) di acara Liputan 6 Awards 2010

Irvina sosok yang tak cepat mengeluh bila diberi tugas dari dosen, tak seperti kebanyakan teman-temanku. Irvina sosok yang sederhana, cenderung pendiam dalam kelas. Di kampusku, aku melihat Irvina bukanlah sosok yang cukup populer. Mungkin ini karena kesibukannya di luar sana. Irvina dalam sepanjang pandangan mataku, hampir tidak pernah nongkrong-nongkrong di kampus. Walau demikian, Irvina pernah menjadi pengurus majalah kampus satu periode.

Satu hal yang aku kagumi dari sosok Irvina adalah kesederhanaannya dan rasa kepedulisosialannya. Aku dan Irvina beberapa kali jalan-jalan bersama naik TransJakarta, tak terlihat sekali pun ia mengeluh saat berdempetan ria di bis.


Hal lain adalah rasa peduli sosialnya. Teman-teman pembaca mungkin sudah pernah membaca tulisannya pas bakti sosial di Wonogiri. Oh ya, bicara soal rasa sosial. Nantinya royalti dari penjualan buku Kancut Keblenger akan disumbangkan ke Yayasan Pita Kuning.


Penutup

Tak terasa, sebentar lagi akan genap 4 tahun aku mengenalnya. Aku banyak belajar dari sosok perempuan ini terutama mengenai kemampuan dan semangatnya dalam dunia tulis-menulis. Sikap kritisnya dan juga rasa sosialnya.

Sekali lagi, selamat atas peluncuran buku “Digital Love Kancut Keblenger”. Tetap berkarya dan tetap rendah hati kawan. . 

Komentar

  1. Bismillah...

    Seperti yang udah gue omongin sebelumnya bahwa gue menemukan tulisan ini ketika lagi iseng googling nama gue sendiri. Gue kaget ternyata temen kampus gue toh yang nulis :p

    "Waktu itu, kami kelompok 3 dengan nama Noise. Masih ingat engga lau, vin ?" Gue masih inget kok, wi. Gue juga masih inget ketika si Chupi di depan kita narsis ga jelas :)))

    Btw dulu gue cupu banget wi, kenapa disini ditulisnya unyu? wakakakak :p

    Overall, tulisan ini bikin gue menangis terharu. Terimakasih Elwi, sukses selalu dan jangan lupain gue. Kalo ada apa-apa, call me! :D

    BalasHapus
  2. aish so sweet nyaa hehe... kapina emang keliatan banget pantang menyerah dan kritisnya :D tapi ga nyangka kalo kapina cenderung pendiam haha

    BalasHapus
  3. baru kenal kak vina itu akhir tahun lalu dari socmed juga heheeh :D

    BalasHapus
  4. hehe, saling kenal

    mampir dan join ya ke http://FajarUmbi.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Wow... ternyata, aku pengen lho ketemu orang aslinya, cute bgt beliau.. :D
    sembah sujud untuk mu tante Irvina :D

    BalasHapus
  7. Searching nama Irvina Lioni ketemu tulisan ini..

    Yah berkat tulisan ini jadi bisa mengenal kak Vina lebih deket :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial