Di Mana Keahlian Sang Ahli Jakarta


Bicara soal Jakarta, tak akan pernah ada habisnya. Kompleksitas ibu kota ibarat benang kusut, tak jelas di mana ujung pangkalnya. Sebagai ibu kota negara, Jakarta didaulat untuk selalu menjadi kota nomor satu seperti layaknya ibu kota negara-negara lain. Selalu menjadi yang terdepan dalam segala hal di republik ini.

Pembangunan terus dilakukan untuk menjadikan kota ini layak menjadi ibu kota. Gedung-gedung pencakar langit, mall-mall, komplek-komplek perumahan elit bermunculan menghiasi wajah ibu kota. Namun sayang, pembangunan di Jakarta adalah pembangunan tanpa visi, pembangunan tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Alhasil, Jakarta kini menjelma sebagai kota memalukan. Kemacetan kini tak lagi mengenal waktu. Sepanjang hari, Jakarta dilanda kemacetan. Belum lagi bila cuaca tak bersahabat. Jangankan hujan lebat, gerimis saja sudah membuat ibu kota negara kita ini lumpuh. Hal ini tentu diperparah bila hujan disertai angin. 2 juta dari 4,8 juta pohon di Jakarta rawan tumbang.

Para pemimpin juga sepertinya tutup mata melihat realita yang ada. Tidak ada itikad baik menyelesaikan kompleksitas permsalahan yang melanda ibu kota negara kita ini. Janji-janji yang terucap saat pilkada Jakarta 2007 silam kini menguap entah di mana.

Sang calon kala itu mengklaim dirinya sang ahli Jakarta yang siap membenahi kusutnya ibu kota ini. Kini 2 tahun sudah, sang ahli menangani ibu kota, tak ada perbaikan sedikit pun, hujan tetap saja banjir. Macet masih tetap terjadi.

Sang ahli mungkin lupa dengan janji-janjinya kala itu, atau sang ahli memang tak punya keahlian..? Sang Ahli kini mungkin harus menangung malu, karena di setengah perjalanannya, Jakarta tak kunjung membaik.

Mungkin sudah saatnya warga Jakarta kembali mengingatkan sembari bertanya di mana keahlianmu sang ahli..?



catatan : Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Editorial dan Penulisan Berita.

Komentar

  1. yah semua pemimpin begitu.. tak ada yang menepati janji² mereka..

    BalasHapus
  2. mana janji manismu oh om kumis huahaha :))

    btw tulisannya bagus, gimana sih po cara nulis dengan baik dan benar? ajariiinnn

    BalasHapus
  3. saya rasa semua pemimpin kita saat ini memiliki masalah dengan sistem memori otak mereka. .
    haha. .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?