Memohon Rezeki di Klenteng Hok Lay Kiong

Klenteng Hok Lay Kiong (dok pribadi)



Saat ke Bekasi beberapa waktu lalu, aku menyempatkan diri bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong, yang merupakan Klenteng tertua di Bekasi! Klenteng ini letaknya agak menyempil dari jalan besar di daerah pasar proyek, dekat Bekasi Junction. Letak persisnya ada di Jalan Kenari I, Bekasi Timur.

Hok Lay Kiong secara harfiah dapat diartikan sebagai istana yang mendatangkan rezeki! Tidak ada yang tahu pasti kapan pertama kali Klenteng ini berdiri. Menurut Asin, kepala keamanan di klenteng Hok Lay Kiong, klenteng ini tidak diketahui siapa pendirinya, dan tidak ada data peninggalan dari pengurus terdahulu. 

"Sayang, padahal sering banyak yang tanya kapan berdirinya, tapi pihak pusat sendiri tidak tahu, apalagi saya," ujar Asin seperti yang dikutip dari Republika Online.

Dinas Pariwisata Pemprov Jawa Barat menyebutkan bahwa Klenteng ini dibangun pada abad ke-18 Masehi. Bangunan Klenteng Hok Lay Kiong mengalami beberapa kali pemugaran, sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, pintu masuk utama tetap dipertahankan dan belum pernah diganti, dengan warna cat sesuai aslinya. Selain itu, atribut klenteng yang masih asli adalah meja untuk penyimpanan peralatan peribadatan. 

Kalau melihat dari tahun perkiraan berdirinya, dugaanku Klenteng ini dibangun oleh orang-orang Tionghoa yang berhasil menyelamatkan diri dari huru-hara Batavia. Pada Oktober 1740, terjadi pembantaian terhadap orang Tionghoa di Batavia. Tak kurang dari 10.000 orang Tionghoa dieksekusi mati, 600-700 rumah rusak berat atau habis terbakar baik di dalam maupun luar tembok kota Batavia. Orang-orang Tionghoa yang berhasil menyelamatkan diri, mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti Tangerang, Bekasi, Cikarang sampai Jawa Tengah. Sangat mungkin Klenteng Hok Lay Kiong dibangun oleh orang-orang Tionghoa yang berhasil selamat sebagai wujud ucapan syukur. Walau begitu, ini baru sekadar dugaan, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

Nah, kembali ke Klenteng Hok Lay Kiong, begitu melewati pintu gerbang, kita akan langsung disambut oleh dua ekor naga yang membelit tiang utama penyangga klenteng. Di halaman, terdapat dua tungku yang dibentuk menyerupai pagoda sebagai tempat pembakaran. Masuk ke ruang utama, akan terlihat banyak meja altar, dan arca dewa-dewi.

Yang menarik saat aku ke Klenteng ini adalah, ada tumpukan beras dan mie instan di ruang utama. Kata salah satu pengurusnya, sembako ini merupakan hasil dari sumbangan jemaat, dan akan dibagikan ke warga Bekasi yang kurang mampu atau terkena musibah. 

Sampai saat ini, Klenteng Hok Lay Kiong masih menyelenggarakan berbagai acara. Dinas Pariwisata Pemprov Jawa Barat menyebutkan ada sejumlah acara ritual yang masih berlangsung di Klenteng Hok Lay Kiong hingga sekarang, sebagai berikut:
• Perayaan tahun baru Imlek, dengan menyelenggarakan pencucian arca dewa-dewa dan benda pusaka lainnya
• Tabur sial, dilakukan di sungai Bekasi yang berjarak ± 500 meter dari Klenteng, dengan membuang kertas yang bertulis nama dan mantera-mantera harapan hidup yang lebih baik, dan melepas kura-kura.
• Pukul Bedug, dilakukan pada awal bulan (bulan Purnama) dan akhir bulan (bulan kecil)
 
Latihan Barongsai (dok pribadi)
 
Tak jauh dari area Klenteng, ada sepetak tanah lapang yang dimanfaatkan oleh warga untuk latihan barongsai. Asyik juga, sore-sore nontonin barongsai yang melompat-lompat di antara tiang-tiang.
 
Kamu pernah ke Klenteng Hok Lay Kiong, atau tahu tempat wisata asik di Bekasi lainnya? Share di kolom komentar yaa!  

Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hikayat Souw Beng Kong, Kapiten Tionghoa Pertama dan Nasibnya Sekarang

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Begini Rasanya Bekerja di Komnas Perempuan