Ngetweet Seperti Pacaran

Cipluk Carlita, Communications Manager Twitter Indonesia
21 Maret yang lalu, Twitter merayakan hari jadinya yang ke-10! Hore! Tidak berasa, sudah 10 tahun, twitter hadir dan menjadi bagian dari kehidupan. Aku sendiri, sebagai anak millennials, yang katanya native, sudah menggunakan twitter, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun terakhir. 

Banyak hal yang berubah sejak adanya twitter. Hal yang paling penting, adalah twitter menyediakan ruang yang setara antar individu untuk menyampaikan gagasannya. Ruang diskusi yang setara antara individu ini hampir tidak ada di dunia nyata, semuanya ada relasi kuasa. Sejak ada twitter, seseorang yang bukan siapa-siapa di dunia nyata, punya ruang yang sama dalam menyampaikan pendapatnya.

Nah, untuk ikut merayakan hari jadi Twitter, aku mau berbagi cerita tentang jumlah ideal ngetweet per hari nya. Pasti banyak nih yang bingung, berapa sih jumlah ideal ngetweet, apakah 5, 10, 20 atau 50 kali?

Menurut kak Cipluk Carlita, manager komunikasinya Twitter Indonesia, tidak ada patokan standar berapa jumlah ideal ngetweet per hari. Prinsipnya, ngetweet itu kaya pacaran. Sebagaimana pacaran, followers harus terus diajak berkomunikasi setiap hari. Kalau enggak ada komunikasi, ya bubar. Setidak-tidaknya, 3 kali ngetweet per hari adalah keharusan. 

Jadi kalau besok-besok ada yang nanyain berapa jumlah ideal ngetweet tiap hari, kalian tinggal jawab saja, jumlahnya sama dengan jumlah komunikasi dengan pacar. Tapi sebelum jawab itu, pastikan dulu, yang nanya punya pacar, atau setidak-tidaknya pernah punya pacar! #SalamJomblo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?