Pakde Karwo Mulai Persiapan Jelang Pemilu 2014


Suasana Seminar Demokrasi
“Hampir semua presiden di Amerika berasal dari gubernur atau senator sukses, mengapa di Indonesia tidak demikian ? Ada kog Pemimpin daerah yang sukses..!” Ungkap politisi senior, J. Kristiadi

Ungkapan tersebut dilontarkan pada seminar demokrasi yang diadakan oleh Lembaga Demokrasi untuk Kemakmuran dan Perdamaian atau Democracy for Properity and Peace Institute (Deprospec Institute) di Gedung Juang, 25 Januari 2012 kemarin. Tidak hanya J. Kristiadi yang hadir sebagai pembicara, ada juga Sukarwo atau yang lebih akrab disapa Pakde Karwo (Gubernur Jatim), Ketua DPP KNPI, Taufan Ekonugroho juga hadir pada seminar yang bertemakan “Membangun Demokrasi Ala Indonesia demi Terwujudnya Kemakmuran dan Perdamaian Bangsa”.

Seminar yang dimulai sekitar pukul 2 siang itu, lebih banyak membahas tentang keberhasilan Pakde Karwo dalam membangun Jawa Timur terutama dalam hal mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di provinsi yang Beliau pimpin. Seminar berjalan menarik ketika sesekali terlontar guyonan tentang isu Pakde Karwo sebagai presiden 2014 oleh para nara sumber.

“Demokrasi itu tidak hanya berpusat di Jakarta, tapi coba kita tarik lebih luas ke daerah. Banyak pemimpin daerah yang sukses tapi tidak dilirik oleh parpol” Ungkap salah satu nara sumber.

Seminar berjalan semakin menarik ketika banyak pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta yang kebanyakan merupakan mahasiswa anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Masih tiga tahun lagi sebelum pemilu diselenggarakan, waktu yang cukup sempit untuk Pakde Karwo yang juga merupakan Ketua pengurus alumni  GMNI untuk menaikkan popularitas guna menjadi orang nomer satu di republik ini. Semoga sukses Pakde (Elwi-GMNI Untar)

Komentar

  1. Demokrasi di Indonesia sudah dicampuri dengan duit. Semakin tinggi duitnya, semakin condong demokrasi ke dirinya.

    BalasHapus
  2. di indonesia mottonya " Ada Uang Ada Jasa "
    Pemerintah cuma 0.001% yang jujur -_-a

    BalasHapus
  3. ya pada akhirnya, uang yang berkuasa. :'(

    BalasHapus
  4. Mungkin apa artinya seperti ini, Ya...! bait 161 Jongko Joyo Boyo ini...!
    Dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon dara tundha tiga, kaya Manungsa angleledha,
    Kalau tidak salah artinya “Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur Sebelah Timurnya bengawan, (Kab.Kota.Madiun) Berwajah seperti Raden Gatotkaca, (Kumisnya Seperti Gatut Koco) Untuk sampai Kedudukanya/Posisinya sampai tiga kali, (untuk sampai Kedududkanya Rumah yang ditempati Sekarang, Sampai Tiga Kali Pilihan) Sepertinya manusia yang Menarik “

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial