SOTR ala Mahasiswa Universitas Tarumanagara

Sahur On The Road
SOTR atau lengkapnya Sahur On The Road adalah suatu kegiatan membagi-bagikan makanan kepada kaum-kaum termarjinalkan dan dilakukan pada saat menjelang sahur di bulan Ramadhan.

SOTR biasanya dilakukan oleh lembaga, organisasi atau bisa juga individu sebagai wujud kepedulian terhadap teman-teman yang membutuhkan. Namun, dewasa ini kegiatan SOTR kerap dicap jelek, karena banyak oknum yang menggelar SOTR sekedar untuk membentuk citra, meningkatkan popularitas dan sebagai ajang hura-hura dan gaya-gayaan. Tentu masih segar dalam ingatan kita, tentang seorang publik figur yang sengaja mengundang wartawan untuk meliput kegiatan SOTRnya, atau kecelakan tragis yang menimpa dua orang siswi salah satu sekolah di Jakarta.

Rombongan SOTR
SOTR sudah selayaknya dilakukan berdasarkan panggilan nurani yang peduli terhadap nasib-nasib teman-teman kita yang membutuhkan uluran tangan, bukan sekedar gaya-gaya atau ikut-ikutan. Hal inilah yang mendasari sekelompok mahasiswa Universitas Tarumanagara melalukan kegiatan Sahur on The Road pada kamis, (25/8) lalu.
Rombongan dikawal Polisi

Ada sekitar 70 mahasiswa berbagai fakultas turut ambil bagian pada acara ini. Kegiatan SOTR ini merupakan perwujudan dari butir ketiga dari Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

“Sebagai seorang mahasiswa, kita beruntung karena dapat berkuliah. Berkuliah merupakan anugerah tersendiri mengingat banyak di luar sana teman-teman kita yang jangankan kuliah, untuk makan saja terkadang tidak cukup. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita membagikan anugerah yang sudah kita peroleh itu, dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti SOTR ini” ungkap salah satu peserta.


Sahur Bersama
Foto Bersama

Acara ini sendiri berjalan dengan baik, tanpa ada kendala berarti. Sekitar 400 bungkus makanan yang dibagi-bagikan. Acara ini diakhir dengan Sahur dan foto bersama para peserta. (Elwi-Oranye Media Fikom Untar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?