Menculik Miyabi atau Salah Menculik Miyabi, Sebuah Review Film Menculik Miyabi

Kamis, 06 Mei 2010, Film Menculik Miyabi akhirnya dirilis ke pasaran. Film ini dinyatakan lulus sensor setelah merombak hampir seluruh konsep cerita. Di konsep awal, Miyabi ditempatkan sebagai tokoh sentral cerita. Di konsep yang baru, Miyabi bisa dikatakan sebagai pemain figuran semata, padahal jelas film ini berjudul Menculik Miyabi. Bagaimana mungkin sebuah Film yang jelas-jelas berjudul Menculik Miyabi hanya menampilkan Miyabi kurang dari 10 menit..??

Dari segi moral, Film ini jelas hanya mengincar keuntungan tanpa memikirkan aspek kepuasan penonton. Film ini hanya menjual nama seorang Miyabi. Bila praktek semacam ini dibiarkan, maka jangan heran bila kelak di kemudian hari akan muncul film-film seperti Dicium Angelina Jolie, Menggoda Madona, atau Ditampar Kim Bum. Ada baiknya, bila tidak hanya konsepnya saja yang diganti, tetapi juga judulnya diganti menjadi Salah Menculik Miyabi.

Ada seorang sahabat pernah berkata seperti ini,

“Saya sampai tidak jadi pulang ke Medan, hanya untuk menanti premier film Menculik Miyabi 31 Desember tahun lalu, dan setelah film ini ditayangkan kemarin, sepertinya pengorbanan saya sia-sia”

Sekali lagi, khususnya bagi pecinta Miyabi terlebih yang ingin menyaksikan Miyabi dalam suasana yang berbeda, Film ini boleh dibilang gagal. Namun, ada sedikit kabar baik mengenai Film ini, Maxima Picture selaku produser film ini mengadakan undian dengan hadiah utama bertemu Miyabi di Tokyo, tentu suatu hal yang tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh Miyabi Lovers Indonesia – Kelompok pecinta Miyabi di salah satu situs jejaring sosial.

Ingin bertemu Miyabi langsung di Tokyo..?
Datang dan Menangkan.!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial