Masihkah Keperawanan Layak Diperbincangkan..??

Pembaca yang budiman,

Dewasa ini masih banyak orang yang memperbincangkan masalah keperawanan. Masihkah itu relevan..?

Keperawanan merupakan tanda bagi seorang wanita apakah dia pernah melakukan hubungan intim atau belum. Keperawanan sangat dijaga karena merupakan simbol kesucian seorang wanita. Banyak wanita yang memilih bunuh diri takala keperawanannya terengut.

Para suami banyak yang mengeluh ketika mengetahui istri yang dinikahinya sudah tidak perawan lagi. Banyak yang langsung memilih untuk menceraikan padahal baru saja menikah dan banyak juga yang membalas ketidakperawanan dengan tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Para suami yang saya muliakan,

Ketika Anda mendapati istri Anda sudah tidak perawan sebelum menikah dengan Anda, jangan buru-buru menjudge dia sebagai wanita yang tidak benar.!

Tidakkah Anda tahu bahwa hilangnya keperawanan seseorang dapat disebabkan berbagai faktor.

Ketidakperawanan itu bisa saja akibat dari berolahraga contohnya berkuda, gerakan split pada saat menari. Tak ada seorang wanita pun yang tahu berapa dalam selaput daranya dari mulut vagina. Bisa sangat dekat bisa juga sangat jauh. Gerakan olahraga seperti berkuda tidak hanya dapat merobek selaput dara(Mungkin letak selaput daranya dekat dengan mulut vagina) bahkan bisa menyebabkan patahnya tulang ekor, begitu pula dengan gerakan split.

Para suami yang saya banggakan,

Mari kita berandai-andai sejenak. Katakanlah istri Anda tidak perawan lagi sebelum Anda menikahinya dan istri Anda tidak suka olahraga berkuda maupun menari dan katakanlah istri Anda pernah berhubungan intim dengan orang lain, apakah itu cukup untuk menjudge istri Anda wanita “murahan’..??

Not At All.

Bisa saja dia diperkosa, justru sebagai suami yang baik, Anda harusnya bukan menjudge dia tapi mengangkat dia ke tempat yang lebih tinggi. Obati traumanya dengan sejuta kasih sayang dari Anda.

Mari kita berandai-andai lagi, Katakanlah dia tidak diperkosa, dia melakukan hubungan intim dengan pria lain. Namun, bukan berarti istri Anda rela melakukan itu khan ?? Bisa saja dia terpaksa melakukan itu. Mungkin tuntutan kehidupan, mungkin ada alasan yang lain lagi.

Para suami yang saya muliakan,

Mari kita berandai-andai lagi. Katakanlah dia tidak punya alasan untuk melakukan hubungan intim dengan pria lain sebelum Anda tapi dia tetap melakukannya. Itu pun belum cukup untuk menjudge dia. Bukankah itu masa lalu dia dan yang terpenting ia ingin merajut masa depannya bersama Anda.

Hai para suami,

Mengapa Anda selalu mempermasalahkan keperawanan istri Anda padahal tak pernah sedikit pun istri Anda mempermasalahkan keperjakaan Anda..??

Para pembaca blog yang saya cintai,

Saya menulis ini bukan berarti saya mendukung ketidakperawanan seorang wanita. Keperawanan itu penting tapi bukan yang terpenting dalam suatu hubungan.

Ketika Anda memilih pasangan Anda, berarti Anda telah menerima dia apa pun kekurangannya. Ingat kita mencintai bukan karena, tetapi walaupun.

Sekali lagi saya tegaskan Keperawanan itu penting tapi bukan yang terpenting.

Ingat Efesus 5:28, terima Istri Anda apa pun kekurangannya.

Akhir kata, semoga Tuhan memberkati kita semua.

Jakarta, 02 Desember 2009

Salam Hangat

Elwi

Komentar

  1. Bahan khotbah dimana ini El... :)

    BalasHapus
  2. uda dari sma ada di pikiran, cuman sekarang aza baru di post, haha... .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?