Postingan

Sabtu Seru Diskusi Hubungan Seks

Gambar
Diskusi Urban Women Sabtu dan mendung tidak menjadi penghalang bagiku untuk mengikuti diskusi tentang hubungan seksual dalam relasi yang diadakan oleh komunitas Urban Women. Diskusi ini diselenggarakan di Nutrifood Inspiring Centre, Apartement Menteng Square, Matraman. Diskusinya berjalan seru. Ada dua narasumber yang hadir, N. Bimantoro Elifas, seorang psikolog dan dr. Endi Novianto, SpKK, FINSDV, dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Dokter Endi memulai presentasinya dengan memaparkan ragam penyakit kelamin, mulai dari raja singa sampai herpes. Di Indonesia, penyakit kelamin dianggap sebagai aib, sehingga jarang ada yang memeriksakannya ke dokter. Informasi tentang penyakit kelamin, kebanyakan bersumber dari google, yang sebenarnya belum tentu keakurasiannya. Dalam diskusi ini, aku sampaikan bahwa banyak sekali dokter yang dalam menjalankan tugasnya, justru menghakimi latar belakang pasien. Penghakiman macam ...

Tantangan Government Public Relations 2016

Gambar
PR Indonesia Meet Up #1 Jumat kemarin, 22 Januari 2016, aku menyambangi Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kedatanganku bertujuan untuk mengikuti PR Indonesia meet up pertama, yang diselenggarakan oleh PR Indonesia dan Serikat Perusahaan Pers (SPS Indonesia), di Hall SPS Indonesia, lantai 6 Gedung Dewan Pers. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi praktisi-praktisi PR pemerintah, PR perusahaan swasta dan perusahaan konsultan PR. Rencananya kegiatan ini akan rutin diselenggarakan tiap bulannya.  PR Indonesia meet up yang pertama mengambil tema " Government Public Relations (GPR) Outlook 2016: Humas Pemerintah Mau Dibawa ke Mana ?. Tema ini diambil agar praktisi PR pemerintah mampu menangkap proyeksi peluang di tahun 2016. Sepanjang tahun 2015, setidaknya telah ada tanda-tanda bahwa presiden menaruh perhatian serius pada perbaikan komunikasi, mulai dari ditandatanganinya inpres no 9 tahun 2015 tentang pranata humas, pembentuka...

Menulis dengan Prespektif Feminis di Pasar Santa

Gambar
Suasana diskusi di Post Pasar Santa Kalau biasanya hari Minggu selalu aku habiskan dengan berlenyeh-lenyehan, kali ini tidak demikian. Minggu lalu, 10 Januari, aku habiskan dengan mengikuti sharing session Menulis dengan Prespektif Feminis di Post Pasar Santa . Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan, bisa berkumpul dengan penulis dan feminis muda! Pagi itu dengan sedikit tergesa-gesa, aku memesan GrabBike dan langsung tancap gas menuju Pasar Santa di Kebayoran Baru. Ini pertama kalinya aku ke Pasar Santa, yang katanya sangat ngehips sekali di kalangan Anak Gaul Jakarta. Persentuhanku dengan Pasar Santa meninggalkan kesan yang baik, sayangnya pagi itu, belum banyak kios yang buka.  Berjalan pelan menyusuri lorong-lorong sambil mengamati lekat-lekat suasana pasar, akhirnya aku tiba di Post yang berada di tengah-tengah lantai atas Pasar Santa. Tidak seperti kios-kios lain di Pasar Santa yang menawarkan makanan dan minuman, Post menjadikan buku sebagai jual...

Malam Tahun Baru ala Komnas Perempuan

Gambar
siap-siap nyalain bara api Haloo semua!  Pertama-tama, aku mau ucapin Selamat Tahun Baru 2016! Semoga tahun baru membawa semangat baru dan energi baru buat kita semua.  Nah, melalui postingan ini, aku mau berbagi keseruan merayakan malam tahun baru di kantor. Iyaa, di kantor, kamu enggak salah baca kog. Malam tahun baru di kantor memberi pengalaman tersendiri yang berbeda. Merayakan tahun baru di kantor bersama teman-teman kantor memberikan kesempatan untuk saling mengenal lebih dalam sisi-sisi personal yang mungkin tidak bisa ditembus melalui hubungan profesional. Apalagi, dalam perayaan ini, semua boleh mengajak keluarga dan pasangannya. Entah siapa yang memulai ide untuk merayakan malam tahun baru di kantor, ide-ide liar mengalir begitu saja, saling sambut-menyambut, dan akhirnya terjadilah, perayaan malam tahun baru di kantor Komnas Perempuan. Perayaan yang sederhana, bakar-bakar lucu sambil ngobrol santai, di tengah langit Menteng yang riuh rendah, penuh...

Ribuan Orang Pawai HAM di Kota Kupang

Gambar
Salah satu peserta Pawai HAM di Kupang 10 Desember 2015 kemarin, aku bersama ribuan orang lainnya tumpah ruah ke jalan-jalan utama kota Kupang, bergabung dalam aksi pawai HAM yang diselenggarakan oleh Rumah Perempuan Women's Crisis Centre, yang bekerja sama dengan 13 lembaga lainnya sekota Kupang. Aksi Pawai HAM diselenggarakan untuk memperingati hari HAM sedunia, dan sekaligus menjadi puncak acara kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, yang sudah dimulai sejak tanggal 25 November. Pawai HAM ini mengambil rute dari Halaman Polda NTT dan berakhir di sekretariat partai Nasdem NTT. Bandara El Tari Kupang Ini merupakan kali pertama aku ke Kupang. Aku tiba di kota ini tanggal 9 Desember, bertepatan dengan pelaksanaan pilkada serentak. Sedikit deg-degan juga, karena aku sama sekali tidak punya gambaran tentang kota yang dijuluki kota Kasih ini. Aku mendarat dengan mulus di bandara El-Tari dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia. Perjalanan ditempuh sekitar 3...

Wujudkan UU Penghapusan Kekerasan Seksual Sekarang Juga

Gambar
Aksi Mendukung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, 8 Des 2015. (Photo: Liputan 6) Setelah sekian lama tidak ikut demonstrasi, tanggal 8 Desember yang lalu, aku kembali turun ke jalan bersama teman-teman jaringan muda melawan kekerasan seksual, meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KPP-PA) untuk segera mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), menetapkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016! Tuntutan ini sederhana, tidak muluk-muluk, KPP-PA dibawah komando Mama Yohanna Yembise harus bisa memastikan RUU ini masuk dalam prolegnas karena situasi kekerasan seksual di Indonesia sudah darurat!  Sebetulnya RUU ini sudah diajukan di awal periode anggota Dewan bersidang, tapi sayangnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tidak masuk ke dalam daftar RUU yang akan dibahas di Prolegnas 2015. Hal ini diputuskan oleh DPR RI dalam sidang paripurna, 9 Februari 2015 yang ...

From Fear to Freedom

Gambar
Diskusi dan Pemutaran Film "From Fear to Freedom"  "Masalah kekerasan jika tidak ditangani akan menjadi lingkaran setan, menurun ke generasi-generasi berikutnya" ~ Sri Muliyati, Direktur Sapa Institute, Kabupaten Bandung.  Kutipan di atas, disampaikan oleh Teh Sri Muliyati dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Atamerica, Selasa, 1 Desember yang lalu.  Selain Teh Sri, hadir pula Kak Livia Iskandar dari Yayasan Pulih, Ibu Justina dari UN Women, dan Ibu Nina Nurmila dari Komnas Perempuan. Keempat narasumber memaparkan bagaimana kita semua harus mengambil bagian dalam menghapus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Kita lakukan bagian kita masing-masing dalam menghapus kekerasan terhadap perempuan. Kalau kita semua dengan keahlian masing-masing bergerak, niscaya akan tercipta kondisi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Diskusinya ramai sekali, mayoritas dari Presiden university dan kampus Jayabaya. Aku ke san...