Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Pakde Karwo Mulai Persiapan Jelang Pemilu 2014

Gambar
“Hampir semua presiden di Amerika berasal dari gubernur atau senator sukses, mengapa di Indonesia tidak demikian ? Ada kog Pemimpin daerah yang sukses..!” Ungkap politisi senior, J. Kristiadi
Ungkapan tersebut dilontarkan pada seminar demokrasi yang diadakan oleh Lembaga Demokrasi untuk Kemakmuran dan Perdamaian atau Democracy for Properity and Peace Institute (Deprospec Institute) di Gedung Juang, 25 Januari 2012 kemarin. Tidak hanya J. Kristiadi yang hadir sebagai pembicara, ada juga Sukarwo atau yang lebih akrab disapa Pakde Karwo (Gubernur Jatim), Ketua DPP KNPI, Taufan Ekonugroho juga hadir pada seminar yang bertemakan “Membangun Demokrasi Ala Indonesia demi Terwujudnya Kemakmuran dan Perdamaian Bangsa”.
Seminar yang dimulai sekitar pukul 2 siang itu, lebih banyak membahas tentang keberhasilan Pakde Karwo dalam membangun Jawa Timur terutama dalam hal mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di provinsi yang Beliau pimpin. Seminar berjalan menarik ketik…

Korban Kekerasan Seksual, Dilecehkan Pelaku dan Media

Gambar
Ibarat kata pepatah, “sudah jatuh tertimpa tangga pula”, begitulah nasib korban kekerasan seksual. Sudah menjadi korban oleh pelaku, menjadi korban lagi dari pemberitaan media yang mengstigmatisasi korban.
Pemberitaan media yang secara gamblang menyebut identitas korban semakin membuat korban kejahatan seksual merasa tak berharga, lemah, terbuang, murung, mengucilkan diri, dan tak berdaya. Padahal sudah jelas, tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik, pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.” Namun, masih banyak media yang memilih untuk mempublikasikan korban kejahatan seksual. Alih-alih membantu, pengungkapan identitas ini malah membuat korban kejahatan seksual mengalamai trauma karena masyarakat semakin mengetahui permasalahan yang dihadapi.
Rabu, 11 Januari 2012 kemarin, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengadakan diskusi tentang “Etika Perlindungan P…

Otak Sara di Halte Busway Jembatan Tiga

Gambar
Minggu pagi, tanggal 8 Januari 2012 kemarin, aku janjian dengan salah satu teman di Halte Busway Jembatan Tiga. Lagi asik-asik menunggu, ekor mataku tak sengaja menangkap sesuatu yang ganjil, ternyata ada yang lagi SARA..! Tapi tenang, SARA yang dimaksud bukan dalam artian pendiskriminasian rasial, tapi ada tangan-tangan jahil yang merubah tulisan K-O-T-A-K S-A-R-A-N menjadi O-T-A-K S-A-R-A !
Foto ini diambil tanggal 8 Januari kemarin, sekitar pukul 8.40 pagi dengan hp Nokia C-3. Ada-Ada saja kelakuan pengguna bus Transjakarta, mungkin gara-gara kelamaan menunggu bus datang. Mohon kepada pihak pengelola halte busway, segera menindak hal ini. .

Membawa Pendidikan Lebih Dekat dengan Mereka

Gambar
5 April 1994, aku dilahirkan sebagai seorang putri yang diberi nama Angel Aku lahir di Timur Indonesia, di gugusan pulau-pulau yang kaya rempah, di Maluku. Aku lahir di keluarga yang berkecukupan, dalam hal materi maupun cinta kasih. Hidupku layaknya anak-anak biasa, dipenuhi riang dan canda tawa.
Lulus sekolah, aku memutuskan untuk pergi ke ibu kota, meraih pendidikan yang lebih baik. Aku memilih Universitas Tarumanagara sebagai kampusku, dan Fakultas Psikologi menjadi fakultasku. Menjadi seorang Psikolog, memang cita-citaku sejak kecil.
Sejak kecil, aku selalu dinasehati oleh kedua orang tuaku, terutama oleh mama. “Nak, kita harus peduli dengan saudara-saudara kita yang hidupnya di bawah kita.” Kata mama. Aku ingat kata-kata ini, hingga suatu ketika, aku berkenalan dengan Susan mahasiswa ekonomi yang kebetulan anggota Saturday Academy.
Darinya, aku tahu tentang anak-anak di Tanjung Duren Selatan, yang hidup di perumahan kumuh, kontras dengan sederet mal dan apartemen mewah yang berd…