Postingan

Ini Loh Alasannya Mengapa Sabtu Malam Disebut Malam Minggu

Gambar
Hai semua! Pertama-tama, aku mau mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri buat teman-teman semua yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin yaa! 
Nah, di tulisanku kali ini, aku akan membahas tentang malam minggu. Pasti semuanya sudah tahu dong apa itu malam minggu? Namun, rasa-rasanya tidak banyak yang tahu kenapa ia disebut malam minggu padahal itu sebenarnya adalah sabtu malam? 
Begini ceritanya, semua bermula pada saat pemerintahan kolonial Belanda memperkenalkan sistem waktu yang membagi waktu ke dalam 24 jam, seperti yang kita gunakan sehari-hari saat ini. Perhitungan dimulainya 'hari' adalah jam 00.01, atau lewat tengah malam. 
Nah, sebelum sistem ini diperkenalkan, masyarakat nusantara, khususnya yang di pulau Jawa menandai dimulainya 'hari' saat malam turun, dengan bunyi pukulan bedug di Masjid, yang sekaligus juga menandai kelima waktu salat. 
Kita ambil contoh ya biar lebih mudah memahami perhitungan hari. Contohnya besok hari Sabtu, tanggal 16 Juni 2018,…

Ong Pik Hwa, Sang Kartini dan Superwoman Indonesia

Gambar
Sebentar lagi kita akan memperingati hari Kartini, sebagai simbol perjuangan kaum perempuan melawan budaya yang tidak adil gender. Namun, di postingan ini aku tidak akan menulis tentang sosok Kartini, karena tentunya sudah banyak yang menulisnya. Di postingan kali ini, aku akan menulis tentang sosok Ong Pik Hwa yang dijuluki "superwoman" oleh Myra Sidharta. 
Siapa Ong Pik Hwa dan mengapa ia dijuluki "superwoman"? Mari kita berkenalan! Oh ya, sebelum berkenalan, aku mau bilang bahwa hampir sebagian besar dari tulisan ini dikutip dari buku Biografi Delapan Penulis Peranakan: Dari Penjaja Tekstil sampai Superwoman karya Myra Sidharta.
Ong Pik Hwa lahir pada 1906, tahun kuda api. Menurut perhitungan Tionghoa, perempuan yang lahir di tahun kuda api mempunyai sifat mandiri dan berani menghadapi segala tantangan. Ayahnya bernama Ong Ban Djoen, seorang pengusaha kayu yang sangat terkenal di Ungaran. Ong Ban Djoen bahkan memiliki sebuah dermaga di Semarang untuk mengakut …

Bersatu di Bawah Panji-Panji Rendang

Gambar
Mari tebak, apa yang bisa membuat Indonesia-Malaysia-Singapura-Brunei bersatu? Bila tebakan kamu adalah rendang, ya kamu benar! Sana ambil sepedanya! 
Penyebabnya apa lagi kalau bukan komentar dari John Torode, salah satu juri MasterChef Inggris yang mengkritik nasi lemak dan rendang ayam milik kontestan asal malaysia, Zaleha Kadir Olpin, dengan menyebutnya "tidak crispy". Zaleha pun terpaksa mengakhiri perjalanannya dalam kontes ini. 
Komentar dari John tersebut pun langsung menuai kecaman. Salah satunya dari politikus Malaysia, PM Najib Razak yang mencuit, "Mana ada orang makan rendang ayam 'crispy'? #MalaysianFood
Tak hanya publik Malaysia yang dibuat marah, tetapi juga publik Indonesia yang tersinggung dengan komentar rendang crispy. Walau pernah terlibat saling klaim rendang sebagai masakan nasional, Indonesia-Malaysia dalam kasus komentar rendang crispy, seolah melupakan sejenak perdebatan itu. Indonesia-Malaysia ditambah Singapura dan Brunei "kompak&…

Isu 'Kebangkitan PKI' yang Tak Pernah Usang

Gambar

Enam Jam di Medan, Bisa ke Mana Saja?

Gambar
"Aku punya waktu enam jam kosong di Medan, enaknya ke mana ya?"

Sebagai orang yang lahir dan besar di Binjai, dan sering jalan-jalan ke Medan, aku sering mendapat pertanyaan seperti di atas dari kolega yang hendak jalan-jalan ke Medan, tapi tidak punya waktu banyak. Biasanya yang nanya seperti itu adalah kolega yang dapat tugas kantor ke Medan, sehingga perlu mengatur jadwalnya agar kerjaan lancar, plus bisa jalan-jalan.

Nah, di tulisan kali ini, aku akan share beberapa tempat menarik di Medan yang bisa kamu kunjungi dalam waktu enam jam saja!

- Tjong A Fie Mansion


Tjong A Fie Mansion adalah rumah besar milik Tjong A Fie yang dipersembahkan kepada istri tercintanya, Lim Koe Yap. Tjong A Fie Mansion terletak di jalan Jenderal A. Yani, kota Medan. Dari Stasiun Kota Medan, perjalanan ke Tjong A Fie Mansion hanya memerlukan waktu lima menit saja bila menggunakan becak motor, dengan tarif sepuluh hingga lima belas ribu rupiah. Harga Tiket berkunjung ke Tjong A Fie Mansion sebesar …

Tjong Bersaudara dan Komunitas Tionghoa Medan

Gambar
"Medan sebagai pusat perkebunan di Sumatera Timur dijiwai oleh semangat kemajuan dan keberanian, serta semangat kerja keras. Di sini orang tak menyukai kelambanan!" 
Kutipan di atas aku cuplik dari buku Komunitas Cina di Medan: Dalam Lintasan Tiga Kekuasaan 1930-1960 karya Nasrul Hamdani (2013). Kutipan yang sangat kuat dan tepat untuk menggambarkan seperti apa kota Medan hari ini, utamanya komunitas Tionghoa Medan, dan sejarah macam apa yang membuat Medan demikian.  Pengembangan kota Medan mulai berjalan sejak Jacobus Nienhuys bersama koleganya pindah ke kampung Medan dan mendirikan Deli Maatschappij, sebuah perusahaan budi daya tembakau setelah mendapat izin dari Sultan Deli pada tahun 1869. Sebelumnya, pada 1863, Elisa Netscher yang mewakili pemerintah Belanda menginjakkan kakinya di Sumatera Timur dan menyodorkan kontrak penyewaan tanah kepada Sultan Deli. Setelah mendapat izin dari Sultan, berbondong-bondong pemilik modal mendirikan perusahaan perkebunan di tanah Deli. …