Postingan

Memohon Rezeki di Klenteng Hok Lay Kiong

Gambar
Saat ke Bekasi beberapa waktu lalu, aku menyempatkan diri bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong, yang merupakan Klenteng tertua di Bekasi! Klenteng ini letaknya agak menyempil dari jalan besar di daerah pasar proyek, dekat Bekasi Junction. Letak persisnya ada di Jalan Kenari I, Bekasi Timur.
Hok Lay Kiong secara harfiah dapat diartikan sebagai istana yang mendatangkan rezeki! Tidak ada yang tahu pasti kapan pertama kali Klenteng ini berdiri. Menurut Asin, kepala keamanan di klenteng Hok Lay Kiong, klenteng ini tidak diketahui siapa pendirinya, dan tidak ada data peninggalan dari pengurus terdahulu. 
"Sayang, padahal sering banyak yang tanya kapan berdirinya, tapi pihak pusat sendiri tidak tahu, apalagi saya," ujar Asin seperti yang dikutip dari Republika Online.
Dinas Pariwisata Pemprov Jawa Barat menyebutkan bahwa Klenteng ini dibangun pada abad ke-18 Masehi. Bangunan Klenteng Hok Lay Kiong mengalami beberapa kali pemugaran, sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, pintu m…

Pentingnya Strategi Komunikasi Bagi Organisasi Nirlaba

Gambar
Awal bulan ini, aku merasa sangat terhormat karena diminta membantu Bale Perempuan Bekasi untuk menyusun program komunikasinya. Buat yang belum tahu, Bale Perempuan Bekasi merupakan organisasi pengada layanan bagi perempuan korban kekerasan di wilayah kabupaten dan kota Bekasi. Organisasi ini berdiri dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan yang terjadi, yang tidak diimbangi dengan kehadiran lembaga yang secara khusus memberikan layanan, dampingan, advokasi serta edukasi publik tentang layanan terhadap perempuan korban kekerasan. Para pendirinya adalah perempuan-perempuan Bekasi yang hebat, dengan berbagai latar belakang pekerjaan, antara lain pengacara, Ibu rumah tangga, akademisi, dan pekerja sosial di Bekasi.
Hal pertama yang kusampaikan kepada pengurus Bale Perempuan Bekasi adalah mengapa sebuah organisasi nirlaba penting berkomunikasi! Dari pengalamanku bekerja bersama teman-teman dari organisasi nirlaba, aku tahu bahwa urusan komunikasi jarang sekali mendapat perhatian se…

Campaign Clinic, Terobosan Baru dari Campaign.com

Gambar
Rabu minggu lalu, 6 September 2017, aku diundang untuk datang ke acara Press Conference: Impact Investment #ForChange yang diselenggarakan oleh Campaign.com di GoWork Coworking Space. Ceritanya, Campaign.com baru saja mendapat suntikan investasi dari Ken Dean Lawadinata, bosnya Kaskus. Mengenai jumlah yang diinvestasikan, baik Ken maupun Campaign.com menutup rapat angka persisnya.
“Sama seperti biasa, saya enggak pernah bicara angka karena akan mengalihkan pesan utama. Dibanding Alibaba, saya ada di lantai dasar,” ujar Ken. 
Setelah impact investment ini, ke depannya Campaign.com akan punya beberapa program baru yang kece abis, salah satunya adalah Campaign Clinic, yang merupakan sebuah wadah untuk berkonsultasi tentang kampanye sosial secara lebih mendalam. Program ini dirancang untuk membantu individu-individu atau organisasi yang baru mau memulai kampanye sosial, dan buat mereka-mereka yang tengah hilang motivasi dalam menjalankan program kampanye sosialnya.
Sengaja aku teba…

Pengalaman Berharga Jadi Semi Finalis ICON PR Indonesia 2017-2018

Gambar
Huaaa! Rasa-rasanya sampai hari ini, aku masih tidak percaya, dapat menjadi satu dari sembilan semi finalis ICON PR Indonesia 2017-2018! Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa, dapat sampai ke tahap ini! 
Buat yang belum tahu, ICON PR Indonesia 2017-2018 adalah sebuah ajang pencarian generasi baru di bidang Public Relations di Indonesia. Berikut aku kutip dari langsung dari websitenya, 
"PR INDONESIA mencari sosok perempuan dan laki-laki untuk dinobatkan sebagai ICON PR INDONESIA 2017-2018. ICON PR INDONESIA bertujuan untuk melahirkan PR generasi baru dari kalangan anak muda yang menginspirasi sekaligus berprestasi di dunia PR INDONESIA. Mereka yang terpilih menjadi ICON PR INDONESIA berkesempatan menjadi Duta PR INDONESIA."
Ajang ini diselenggarakan oleh Majalah PR INDONESIA yang merupakan majalah bulanan, yang mewartakan aktivitas, agenda, isu-isu strategis, pemikiran menonjol, serta figur atau tokoh terkait dunia kehumasan di Indonesia. 
Gimana? Gimana? Kerenkan?

Public Relations dalam Konflik Agraria

Gambar
Tulisan di bawah ini merupakan tugas akhirku untuk mata kuliah Public Relations Ethics, yang berjudul Sengkarut Public Relations di antara Kepentingan Bisnis, Etika dan Hak Asasi Manusia dalam Konflik Agraria. Ada beberapa bagian yang disesuaikan agar tulisan ini tidak terlalu panjang untuk dibaca di blog. Happy reading!
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) meluncurkan Rencana Aksi Nasional tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (RAN Bisnis dan HAM), pada 16 Juni 2017. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan RAN Bisnis dan HAM setelah PBB mengesahkan The United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights. 
Dalam siaran persnya, Komnas HAM dan Elsam menyatakan bahwa RAN Bisnis dan HAM merupakan instrumen nasional untuk menerapkan prinsip-prinsip panduan PBB mengenai Bisnis dan HAM pada level nasional. RAN Bisnis dan HAM merupakan strategi kebijakan yang dikembangkan dalam rangka…

Berziarah ke Mausoleum Termegah di Asia Tenggara

Gambar
Pasti banyak yang belum tahu bahwa di Jakarta ada sebuah mausoleum, yang konon termegah di Asia Tenggara. Terletak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta Pusat, mausoleum O.G. Khouw berdiri kokoh menjadi saksi bisu pembangunan Jakarta. 
Ngomong-ngomong apa sih itu mausoleum, dan siapa itu O.G. Khouw? Sabar-sabar, akan aku ceritakan semuanya. Sediain dulu cemilan dan kopinya, agar makin mantap baca tulisan ini. 
Buat yang belum tahu, mausoleum itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya bangunan makam yang luas dan megah atau monumen makam. Gampangnya, seperti Taj Mahal di India. Pastinya sudah pada tahu kan kalau Taj Mahal dibangun oleh Raja Shah Jahan untuk mendiang istri tercintanya, Mumtaz Mahal. Nah, bangunan Taj Mahal itu termasuk mausoleum.   

Lalu siapa O.G. Khouw?  O.G. Khouw alias Khouw Oen Giok adalah orang super kaya pada masanya. Menurut Benny G. Setiono dalam buku Tionghoa dalam Pusara Politik, keluarga Khouw memiliki ribuan hektar sawah di Tang…

Ada Bhinneka dalam Semangkuk Soto Betawi

Gambar
Di sebuah sore yang mendung, sembari menyeruput segelas kopi susu, aku membaca buku Tionghoa dalam Keindonesiaan, aku menemukan sebuah narasi yang menarik tentang pengaruh kebudayaan Tionghoa dalam perkembangan kuliner di Nusantara. Rupa-rupanya selain, mie, bakso, kecap, taoge dan tahu yang sudah jelas dibawa oleh orang-orang Tionghoa ke Nusantara, ada satu lagi masakan yang juga dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, yaitu soto. 
Aji "Chen" Bromokusumo dalam bab Budaya Tionghoa dalam Tata Boga mengutip Denys Lombart yang menyebutkan bahwa, soto berasal dari kata 草 肚 (Cau Du) yang dalam dialek Hokkien dilafalkan menjadi Chao Toh, lama kelamaan jadi soto. Cau secara harfiah berarti rumput yang mengacu pada rempah-rempah. Sementara itu, Du secara harfiah berarti babat, yang mengacu pada jeroan sapi. Saat membaca naskah itu, aku sejenak ragu dengan tesis yang diajukan oleh Denys Lombart, secara kalau di rumah jarang sekali masak soto. Lagi pula, bila memang soto berasal dari …