Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Rice Bowl Mall Ciputra Terbakar

Gambar
Sabtu, (16/10) sekitar pukul 11.20, restoran Rice Bowl Mall Ciputra terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kebakaran diduga berasal dari bagian dapur. Sigapnya petugas keamanan membuat api tidak sempat menjalar. Kurang dari 5 menit api sudah berhasil dipadamkan.
Kejadian ini sempat membuat pengunjung panik dan berhambur keluar. Saat kejadian, saya sedang menyantap makan siang di restoran D'cost yang berada tepat di samping restoran Rice Bowl. Saya dan semua pengunjung serentak keluar dari D'cost saat salah satu karyawan di sana menginformasikan ada kebakaran di sebelah.
Untungnya kejadian ini bisa langsung diatasi dan tidak ada korban jiwa.

Yuk Rame-Rame Ganti Istilah Email Jadi Surel

Ujian Tengah Semester (UTS) yang sedang berlangsung di kampus saya, Fikom Untar tercinta, membuat istilah email menjadi sangat populer di kalangan mahasiswa. Tugas dan bahan ujian menjadi komoditas utama antar mahasiswa, dan tak pelak, hal ini menyebabkan penggunaan kosa kata email sekali lagi menjadi sangat populer.

“tolong kirimin bahan ujian besok ke email gue donk”

Atau

“ bahan ujian uda gue emailin ke lo, tolong sebarin ke anak-anak”


Percakapan dengan kosa kata email menjadi sangat amat sering terdengar.
Tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun, akan lebih baik kalau penggunaan istilah email (Electronic mail) diganti dengan Surel (Surat Elektronik).

Untuk apa sich kita pakai istilah orang lain, kal0 di kosa kata bahasa Indonesia juga ada ?

Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Oktober hanya omong kosong kalau tidak diamalkan.

“Kami putra-putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”


Itu butir ke 3 dari sumpah pemuda, apakah kita semua…

Jurnalis Damai dan Multikulturalisme

Gambar
Tidak adanya budaya baca menjadikan televisi sebagai media paling digemari saat ini. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa sampai orang tua, semuanya menonton televisi. Tak dapat dipungkiri, televisi memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan opini publik. Oleh karena itu, tayangan-tayangan televisi harus benar-benar diawasi. Jangan sampai televisi dijadikan alat pemecah bangsa, justru sebaliknya, televisi harus menjadi media yang mampu menjaga perdamaian dan kemajemukan.

Atas dasar itulah, Yayasan SET berkerja sama dengan USAID, SERASI dan IJTI menyelenggarakan penganugerahan perhargaan jurnalisme televisi untuk perdamaian dan multikulturalisme pada 30 September 2010 di Hotel Arya Duta. Acara ini bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya peran televisi dalam menjaga perdamaian dan multikulturalisme di masyarakat Indonesia yang majemuk.

Perlombaan yang diikuti berbagai stasiun televisi ini akhirnya dimenangi oleh Jembatan Air Mata dari Redaksi Kontroversi Trans 7, dan…