Postingan

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Gambar
Nyonya Auw Tjoei Lan, sumber: majalah detik Sebentar lagi Hari Kartini, tapi aku tidak akan menulis tentang Kartini, melainkan aku akan menulis tentang Nyonya Auw Tjoei Lan, atau yang dikenal juga dengan Nyonya Lie Tjian Tjoen. Siapa dia? Menurut tulisannya Myra Sidharta yang berjudul Ny. Lie Tjian Tjoen, Perempuan yang Peduli dalam buku Tionghoa dalam Keindonesiaan , Nyonya Auw Tjoei Lan lahir di Majelengka pada 1889. Dia putri ketiga dari keluarga Auw Seng Hoe, seorang kapitan Cina di daerah itu. Kapitan Auw merupakan tuan tanah yang kaya raya. Di atas tanahnya, dia menanam tebu yang kemudian diolah sebagai gula di pabriknya sendiri. Kapitan Auw sangat peduli terhadap para gelandangan dan penyandang tuna netra di daerahnya. Dia menyediakan makanan dan mendirikan beberapa gubuk untuk mereka. Dia menugaskan semua putra-putrinya untuk membantu. Auw Tjoei Lan sendiri mendapatkan tugas memberikan makanan kepada tuna netra. Auw Tjoei Lan harus memeriksa makanan dan jika ada ika...

Serunya Nobar Labuhan Hati Bareng Femina

Gambar
Labuhan Hati "I always wonder why birds choose to stay in the same place when they can fly anywhere on the earth, then I ask myself the same question." ~ Harun Yahya Penggalan kutipan tersebut diucapkan Indi ~ yang diperankan oleh Nadine Chandrawinata ke teman-temannya, Bia (Kelly Tandiono), dan Maria (Ully Triani) saat mereka takjub meyaksikan ribuan kelelawar berterbangan di sebuah senja dari atas kapal. Indi takjub dan terheran-heran, mengapa kelelawar ini selalu terbang ke pulau tetangga di sore hari, dan kembali ke sarang mereka di keesokan paginya. Padahal, mereka punya sayap dan dapat terbang ke mana saja yang mereka mau. Pertanyaan yang sama juga ia tanyakan pada dirinya sendiri yang sedang galau antara menikah dengan pacarnya yang overprotective atau menuruti kata hatinya yang ingin bebas menyelam ke mana pun ia mau.  Adegan di atas merupakan salah satu adegan dari Film Labuhan Hati, karya Lola Amaria yang baru saja tayang di bioskop. Film ini mence...

Ayo Mulai Kampanye Dengan Campaign.com!

Gambar
Para ChangeMakers! doc: Campaign.com Pernah enggak sih kamu berada dalam posisi, di mana kamu merasa resah, marah dan ingin mengubah sesuatu yang menurut kamu itu tidak benar, tapi kamu enggak tahu harus mulai dari mana? Misalnya, kamu merasa jengah melihat orang-orang di sekitar kamu kencing sembarangan, atau kamu merasa marah melihat banyak anak-anak kecil yang tidak bersekolah, atau kamu merasa frustasi melihat banyaknya kasus pelecehan seksual di jalanan, tapi kamu bingung, kamu enggak tau mesti mulai dari mana untuk mengubah ini, kamu bingung siapa yang bisa kamu ajak buat kolaborasi, kamu bingung uangnya dari mana. Aku pikir sebagian besar dari kita pasti pernah berada dalam posisi itu, kan?  Sekarang enggak perlu bingung lagi, karena sekarang ada aplikasi yang akan membantu kita semua untuk memulai kampanye sosial yang sedang kita rancang. Selasa kemarin, Campaign.com , sebuah social tech-enterprise asal Indonesia, meluncurkan sebuah aplikasi baru berbasis mobile...

Empat Tahun Bersama Komnas Perempuan

Gambar
Empat Tahun yang #bukanmaen di Komnas Perempuan Wohhhooo! Rasa-rasanya waktu begitu cepat berlalu. Masih segar dalam ingatanku di pagi itu, 1 April 2013, hari pertama aku magang di Komnas Perempuan, dan sekarang tanpa terasa, aku sudah empat tahun di Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia ini. Dari yang dulu anak magang, kini telah menjadi pegawai tetap. Oh ya, buat yang belum baca cerita magangku, boleh loh dibaca dulu. Menurutku, momen empat tahun adalah saat yang tepat untuk merayakan raihan-raihan yang telah berhasil dicapai, sekaligus memetakan titik-titik mana yang belum berhasil dicapai.  Ada anggapan begini, kasus kekerasan terhadap perempuan tiap tahun terus bertambah jumlah kasusnya, lalu apa hasil kerja kampanye Komnas Perempuan? Begini, kasus kekerasan terhadap perempuan yang tiap tahun semakin naik jumlahnya, tidak semerta-merta berarti jumlah kekerasan itu naik, tetapi bisa diartikan sebagai semakin berani dan meleknya korban untuk melaporkan kasusnya. ...

Toko Roti Tegal Saksi Bisu Kisah Cinta Soe Hok Gie

Gambar
Toko Roti Tegal, Matraman, Jakarta Timur Selasa, 21 Maret 2017, aku mengambil cuti untuk sekadar melemaskan otot dan mengambil nafas dalam-dalam. Setelah makan siang, aku bergegas ke Toko Buku Gramedia di Matraman, berharap ada buku bagus yang sedang diskon. Usai membeli beberapa buku, aku singgah sebentar di Toko Roti Tegal, yang hanya berjarak beberapa ruko, yang berderetan dengan Gramedia.   Suasana klasik langsung terasa, saat kita membuka pintu toko roti yang telah berdiri sejak 1948 ini. Aku pun lalu memilih beberapa potong kue dan segelas teh manis, lalu duduk manis di pojokan. Toko Roti Tegal menyimpan banyak cerita, salah satunya adalah cerita tentang Soe Hok Gie yang menyatakan cintanya kepada Nurmala Kartini Panjaitan di suatu sore yang gerimis, 11 Desember 1969.  Dalam Gie dan Surat-Surat yang Tersembunyi (2016), Kartini menuturkan, ungkapan perasaan Soe Hok Gie sore itu sangat menyentuh perasaannya.  "Meski hujan turun rintik-rintik, ...

Mengenal Vihara Lupan yang Terlupakan

Gambar
Pintu Depan Vihara Lupan, Pinangsia, Jakarta Barat Dari Vihara Bahtera Bhakti atau Klenteng Nyai Ronggeng di Ancol , perjalanan menyusuri jejak-jejak sejarah Tionghoa, kulanjutkan sampai ke Vihara Lupan. Vihara Lupan atau sering juga dieja Lu Ban terletak di jalan Pinangsia 1, tak jauh dari LTC Glodok. Tepat di samping vihara ini terdapat sekolah Suci Hati. Vihara Lupan boleh jadi tak seterkenal Klenteng Jin De Yuan di Petak Sembilan, tapi vihara ini juga menyimpan banyak cerita sejarah yang menarik.  Menurut Handinoto dalam buku Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi Bagi Pembangunan Bangsa, Klenteng Lu Pan dibangun oleh serikat tukang kayu dari Guang Dong, pada abad ke-19. Klenteng ini dibangun dan dipersembahkan secara khusus kepada Lu Ban Gong yang mereka anggap sebagai dewa pelindung para tukang kayu. Selain di sini, ada dua lagi klenteng yang dibangun oleh tukang kayu, satu di Selatan kali Angke dan satu lagi di Surabaya. Orang Tionghoa dari suku...