Postingan

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial

Gambar
Foto bersama dulu bersama para suhu media sosial Dok ICRC Indonesia Pagi ini aku tidak berangkat ke kantor seperti biasa, melainkan ke The 101 Jakarta Sedayu Darmawangsa. Ceritanya aku akan menghadiri undangan social media officer gathering yang diadakan oleh International Committee of the Red Cross (ICRC) Indonesia Gathering ini mengambil tema #Digital4Humanity: Communicating humanitarian issues to targeted audience , dengan narasumber Nukman Lutfie , suhu media sosial, Ainun Chomsun dari Akademi Berbagi, Rafael Klavert dan Vania Santoso dari Unicef Indonesia, serta Fitri Adi Anugrah, Deputy Communications ICRC Indonesia .  Senang sekali rasanya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan ini. Selain mendapat banyak insight baru dari para narasumber, aku juga punya ruang untuk berbagi dengan sesama social media officer tentang pengalaman mengkomunikasikan isu kemanusiaan melalui media sosial ke audiens.  Ada yang bilang bahwa ilmu tidak akan bergun...

Narasi Jugun Ianfu dalam Pameran Kitab Visual Ianfu

Gambar
Salah satu karya dalam Pameran Kitab Visual IANFU 14 Agustus diperingati sebagai  hari internasional untuk jugun ianfu. Peringatan ini diadakan di seluruh dunia untuk mengenang para korban perbudakan seksual tentara Jepang selama perang dunia II. Penetapan 14 Agustus sebagai hari jugun ianfu internasional merupakan hasil kesepakatan Asian Solidarity Conference yang ke-11 di Taiwan tahun 2012.  Di Indonesia, untuk mengenang jugun ianfu, Komite Ianfu Indonesia dan Cemara 6 Galeri & Museum mengagas pameran kitab visual IANFU. Pameran ini menampilan 12 karya perempuan perupa lintas generasi dan lintas disiplin, diantaranya terdapat karya instalasi, lukisan, ilustrasi dan mixmedia. Walau dieksekusi secara individual, semua gagasan visual dibicarakan dalam konteks resonansi yang memberi tenaga ekspresi sebagai karya bersama. Pameran kitab visual IANFU dibuka 9 Agustus dan akan berlangsung sampai 23 Agustus 2016, di Cemara 6 Galeri & Museum, Jalan Hos Cokroamino...

Perempuan Penghayat Kepercayaan Belum Merdeka Sepenuhnya

Gambar
Teten Masduki memberikan tanggapan atas laporan Komnas Perempuan Indonesia tengah bersiap menyambut hari kemerdekaan yang ke-71. Umbul-umbul dan ornamen merah-putih sudah tampak di gedung-gedung lembaga pemerintahan. Pesan Indonesia Kerja Nyata terus didengungkan pihak Istana ke seluruh penjuru nusantara. Pesan ini sangat kuat menggambarkan komitmen Negara untuk hadir dan benar-benar bekerja untuk segenap rakyat Indonesia. Namun, apakah kemerdekaan itu sudah sepenuhnya dirasakan? Walaupun sudah hampir 71 tahun Indonesia merdeka, masih banyak kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan untuk menikmati hak-hak konstitusionalnya. Hal ini tergambarkan dalam laporan pemantauan Komnas Perempuan terhadap kekerasan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan penghayat kepercayaan, penganut agama leluhur dan pelaksana ritual adat. Laporan pemantauan Komnas Perempuan diluncurkan di Mahkamah Konstitusi, Rabu, 3 Agustus 2016. Peluncuran ini ditujukan terutama kepada...

Krisis Komunikasi Menteri Yuddy Chrisnandi

Gambar
Menteri Yuddy Chrisnandi, sumber Kompas Krisis komunikasi menerpa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) sejak seminggu terakhir. Penyebabnya Yuddy Chrisnandi, sang menteri ketahuan mudik ke Bandung menggunakan mobil dinas. Sontak, beribu-ribu kritik menghujani akun twitter Yuddy di @yuddychrinandi . Yuddy dinilai tidak mencerminkan sosok pemimpin yang selaras kata dan perbuatannya. Di satu sisi, ia melarang PNS menggunakan mobil dinas untuk mudik. Di sisi lain, justru ia-lah yang melanggar peraturan tersebut.  Blunder Yuddy Chrisnandi dan Larangan PNS Mudik Menggunakan Mobil Dinas Krisis komunikasi pun terjadi. Kredibilitas dan reputasi sang menteri dipertaruhkan. Isu resuffle pun mencuat. Aku jadi teringat kata Warren Buffet, "It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it" . Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi, dan hanya butuh 5 menit untuk menghancurkannya.  Prita Kemal Gani dalam PR Corn...

Media Massa dan Korban Kekerasan Seksual

Gambar
Diskusi Peluncuran Analisa Media Komnas Perempuan di Dewan Pers Januari 2012, saat masih kuliah jurnalistik di Fikom Untar, aku pernah datang ke kantor Komnas Perempuan untuk diskusi tentang bagaimana media memberitakan kasus kekerasan seksual. Uni Lubis, yang kala itu menjabat anggota Dewan Pers mengatakan bahwa banyak jurnalis, sering kali mengesampingkan hak-hak privasi korban dengan berlindung di balik alasan the right of public to know dan freedom of press . Padahal menghormati privasi korban kekerasan seksual, adalah bagian dari privasi yang dijamin oleh konstitusi, dan harus dihormati oleh media. Hari ini, apakah media sudah lebih baik dalam memberitakan kasus kekerasan seksual? Ah, rasanya semakin buruk.   Awal bulan lalu, Komnas Perempuan baru saja meluncurkan kajian media untuk melihat sejauhmana media telah memiliki prespektif korban kekerasan seksual. Sembilan media sepanjang Juli-Desember 2015 dianalisa. Hasilnya, media masih belum memenuhi kaid...

Pentingnya Media Relations: Catatan dari Media Visit ke CNN Indonesia

Gambar
Foto dulu di kantor CNN Indonesia yang ketje! Kamis lalu, aku bersama tim berangkat menuju daerah warung buncit di Jakarta Selatan. Siang itu terik sekali dan jalanan sedikit padat. Pukul 2 lewat 15 menit, kami tiba di kantor CNN Indonesia di Gedung Aldevco Oktogan. Kami langsung disambut oleh Deddy Sinaga, Managing editor CNN Indonesia. Kami kemudian diajak ke ruang rapat. Tak lama berselang, dua orang jurnalis CNN Indonesia, Anggi Kusumadewi dan Abraham bergabung ke dalam ruangan. Tak ketinggalan, Endzico Tanasa, Marketing PR CNN Indonesia juga ikut bergabung.  Kedatangan kami siang itu merupakan bagian dari aktivitas menjalin relasi dengan media, atau yang biasa disebut oleh praktisi Public Relations (PR) dengan istilah media relations . Media relations sendiri dapat diartikan sebagai segala aktivitas yang dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan jurnalis. Tujuan media relations adalah untuk membangun citra positif, mendapatkan publisitas, memetakan posisi medi...

Menjadi Public Relations yang Kreatif

Gambar
Perhumas Coffee Morning - Creative PR: Thinking Outside the Box "Seorang Praktisi Public Relations harus kreatif, karena anggarannya paling minim (dibanding divisi marketing, dan sales), tapi hasil yang diharapkan paling besar" ~ Heri Rakhmadi, Wakil Ketua Perhumas Indonesia Kutipan di atas merupakan sambutan dalam pembukaan Perhumas Coffee Morning - Creative PR: Thinking Outside the Box di Erasmus Huis, 20 Mei 2016. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Yoris Sebastian (OMG Consulting), Samuel Mulia (Majalah Clara Indonesia), Marlene Danusutedjo (Marcomm JW Marriot) dan Michael Rauner (Direktur Erasmus Huis). Ini pertama kalinya aku ikut acara perhumas, rasanya senang kali. Aku mendapat banyak insight baru dalam berpikir tentang kehumasan. Materi pertama disampaikan oleh tuan rumah, Michael Rauner yang mengatakan Erasmus Huis sudah terlalu kuno sebagai sebuah pusat budaya. Michael ingin meremajakan Erasmus Huis, mengikuti perkembangan zaman. Ia ing...