Postingan

10 Dosa Praktisi Public Relations di Indonesia

Gambar
Sumber: http://nolimitma.com/public-relations/ Kemarin malam, sebelum tidur, aku sempatkan untuk melihat-lihat news feed di facebook. Ada seorang teman yang membagikan tulisan dari Mas Bima Marzuki, yang berjudul PR yang Sempurna Itu Nggak Perlu !! Penasaran dengan judulnya, aku pun lantas membaca tuntas tulisan tersebut.  Senyum-senyum sendiri, saat aku membaca tulisan dari Mas Bima Marzuki. Tulisannya ringan namun sangat menohok untuk semua praktisi Public Relations di mana pun ia bekerja, entah di corporate, government maupun agency.  Membaca tulisan tersebut, aku lalu teringat dengan materi kuliah minggu lalu di kelas Principle of Corporate Communications , yang berjudul Media Handling: A to Z. Materi presentasi tersebut  ditulis oleh Pak Nico Wattimena, PhD yang dibawakan oleh Pak Deddy di kelas. Oh ya, buat yang belum tahu, aku sekarang sedang mengambil studi corporate communications di Post Graduate Program The London School of Public Relation...

Apakah PR Harus Cakep?

Gambar
Pak Rahmat Effendi, sumber: antaranews Aku merasa sangat gemas untuk tidak mengomentari pendapatnya Pak Rahmat Effendi, Walikota Bekasi tentang rekrutmen Public Relations (PR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kota Bekasi. Ceritanya, pak walikota berniat melatih 50 ASN untuk menjadi PR yang akan ditempatkan di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota Bekasi guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Niat yang bagus dari pak walikota, tapi coba kita lihat syarat rekrutmen ini.  Seperti yang dikutip dari Antara, seleksi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Bekasi terdiri atas 30 pegawai perempuan dan 20 pegawai laki - laki. "Bisa lulusan D3 dan S1 diperbolehkan, yang terpenting berparas tampan atau cantik," kata Rahmat Effendi. Baca: Bekasi Butuh Pegawai Cantik/Tampan Jadi PR  Ide pak walikota tentang PR yang harus rupawan adalah ide usang. Ini pola pikir yang sudah lama sekali ditinggalkan. Dulu saat aku kuliah di FIKom Untar...

Digital PR, apa dan bagaimana?

Gambar
PR Indonesia meet up yang ke-6 Jumat lalu, aku menghadiri PR Indonesia meet up yang ke-6, di Hall Serikat Perusahaan Pers (SPS), Gedung Dewan Pers lantai 6, Jakpus. Tema kali ini adalah Digital PR dan Social Media Campaign. Ada 3 pembicara yang hadir, yaitu Dimas Novriandi, PR Bank Tabungan Pesiunan Nasional (BTPN), Djayawarman Alamprabu, Tenaga Humas Permerintah Kementerian Pertanian dan Marianne Admardatine, Managing Director Ogilvy PR. Digital PR dan Social Media Campaign menurutku adalah tema yang sangat menarik dan relevan dengan kehidupan sekarang yang sudah serba digital. Berita positif maupun negatif dapat dengan begitu mudah menyebar dan menjadi viral, yang sudah tentu akan mempengaruhi reputasi dan citra. Mau tidak mau, praktisi PR pun harus mengubah cara kerjanya mengikuti era digital ini.  Sebenarnya apa sih Digital PR itu? Marianne Admardatine mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya digital PR. Digital hanya tools yang digunakan untuk menduk...

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial

Gambar
Foto bersama dulu bersama para suhu media sosial Dok ICRC Indonesia Pagi ini aku tidak berangkat ke kantor seperti biasa, melainkan ke The 101 Jakarta Sedayu Darmawangsa. Ceritanya aku akan menghadiri undangan social media officer gathering yang diadakan oleh International Committee of the Red Cross (ICRC) Indonesia Gathering ini mengambil tema #Digital4Humanity: Communicating humanitarian issues to targeted audience , dengan narasumber Nukman Lutfie , suhu media sosial, Ainun Chomsun dari Akademi Berbagi, Rafael Klavert dan Vania Santoso dari Unicef Indonesia, serta Fitri Adi Anugrah, Deputy Communications ICRC Indonesia .  Senang sekali rasanya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan ini. Selain mendapat banyak insight baru dari para narasumber, aku juga punya ruang untuk berbagi dengan sesama social media officer tentang pengalaman mengkomunikasikan isu kemanusiaan melalui media sosial ke audiens.  Ada yang bilang bahwa ilmu tidak akan bergun...

Narasi Jugun Ianfu dalam Pameran Kitab Visual Ianfu

Gambar
Salah satu karya dalam Pameran Kitab Visual IANFU 14 Agustus diperingati sebagai  hari internasional untuk jugun ianfu. Peringatan ini diadakan di seluruh dunia untuk mengenang para korban perbudakan seksual tentara Jepang selama perang dunia II. Penetapan 14 Agustus sebagai hari jugun ianfu internasional merupakan hasil kesepakatan Asian Solidarity Conference yang ke-11 di Taiwan tahun 2012.  Di Indonesia, untuk mengenang jugun ianfu, Komite Ianfu Indonesia dan Cemara 6 Galeri & Museum mengagas pameran kitab visual IANFU. Pameran ini menampilan 12 karya perempuan perupa lintas generasi dan lintas disiplin, diantaranya terdapat karya instalasi, lukisan, ilustrasi dan mixmedia. Walau dieksekusi secara individual, semua gagasan visual dibicarakan dalam konteks resonansi yang memberi tenaga ekspresi sebagai karya bersama. Pameran kitab visual IANFU dibuka 9 Agustus dan akan berlangsung sampai 23 Agustus 2016, di Cemara 6 Galeri & Museum, Jalan Hos Cokroamino...

Perempuan Penghayat Kepercayaan Belum Merdeka Sepenuhnya

Gambar
Teten Masduki memberikan tanggapan atas laporan Komnas Perempuan Indonesia tengah bersiap menyambut hari kemerdekaan yang ke-71. Umbul-umbul dan ornamen merah-putih sudah tampak di gedung-gedung lembaga pemerintahan. Pesan Indonesia Kerja Nyata terus didengungkan pihak Istana ke seluruh penjuru nusantara. Pesan ini sangat kuat menggambarkan komitmen Negara untuk hadir dan benar-benar bekerja untuk segenap rakyat Indonesia. Namun, apakah kemerdekaan itu sudah sepenuhnya dirasakan? Walaupun sudah hampir 71 tahun Indonesia merdeka, masih banyak kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan untuk menikmati hak-hak konstitusionalnya. Hal ini tergambarkan dalam laporan pemantauan Komnas Perempuan terhadap kekerasan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan penghayat kepercayaan, penganut agama leluhur dan pelaksana ritual adat. Laporan pemantauan Komnas Perempuan diluncurkan di Mahkamah Konstitusi, Rabu, 3 Agustus 2016. Peluncuran ini ditujukan terutama kepada...

Krisis Komunikasi Menteri Yuddy Chrisnandi

Gambar
Menteri Yuddy Chrisnandi, sumber Kompas Krisis komunikasi menerpa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) sejak seminggu terakhir. Penyebabnya Yuddy Chrisnandi, sang menteri ketahuan mudik ke Bandung menggunakan mobil dinas. Sontak, beribu-ribu kritik menghujani akun twitter Yuddy di @yuddychrinandi . Yuddy dinilai tidak mencerminkan sosok pemimpin yang selaras kata dan perbuatannya. Di satu sisi, ia melarang PNS menggunakan mobil dinas untuk mudik. Di sisi lain, justru ia-lah yang melanggar peraturan tersebut.  Blunder Yuddy Chrisnandi dan Larangan PNS Mudik Menggunakan Mobil Dinas Krisis komunikasi pun terjadi. Kredibilitas dan reputasi sang menteri dipertaruhkan. Isu resuffle pun mencuat. Aku jadi teringat kata Warren Buffet, "It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it" . Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi, dan hanya butuh 5 menit untuk menghancurkannya.  Prita Kemal Gani dalam PR Corn...