Postingan

Resensi Buku: Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Gambar
Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan! Membaca buku ini serasa berjalan di lorong-lorong penuh tanda tanya tentang apa yang terjadi di pertengahan bulan Mei di tahun 1998. Lembar demi lembar mengantarkan kita pelan-pelan menyibak segala misteri yang menyelimuti tragedi paling mencekam di akhir abad ke-20. Buku ini ditulis dengan sangat baik dan runut oleh seorang jurnalis, kontributor Tempo di Australia yang bertugas waktu itu. Seperti khasnya laporan jurnalistik, buku ini ditulis secara gamblang, apa adanya. Peristiwa kelam itu dituliskan dengan terang benderang berdasarkan pengamatan dan wawancara dari para pelaku sejarah. Tak seperti laporan pelanggaran HAM lainnya, buku ini ditulis dengan renyah. Kata-kata yang dipilih penulis lugas dan tegas tanpa kesan jelimet . Membaca kalimat demi kalimat ibarat sedang menonton sebuah pertunjukan opera musikal yang sangat dimudah untuk dicerna. Penonton dibawa ke dalam alur cerita menit per menit. Detail-detail kejadian y...

Belajar hidup dari Ice Americano

Gambar
Ice Americano Tulisan pendek ini aku tulis bukan untuk gaya-gayaan jadi motivator kaya om Mario Teguh, aku cuman ingin berbagi alasan mengapa aku begitu mencintai Ice Americano ... Ice Americano mengajarkan aku tentang kehidupan, yang dingin, kelam dan pahit! Namun, jangan dulu pesimis, kita selalu bisa membuat hidup sedikit lebih manis, selalu ada gula cair untuk ditambahkan ke kehidupan kita. Setidak ideal apa pun kehidupan kita, selalu ada yang bisa kita lakukan untuk membuatnya lebih manis ... Selamat hari minggu, salam hangat dari Coffee Bean Taman Anggrek!

Awas bahaya laten Kekerasan dalam Pacaran (KdP)!

Gambar
gambar dari @LineComic Kekerasan dalam Pacaran atau yang biasa disingkat dengan KdP merupakan satu jenis kekerasan terhadap perempuan yang sering terjadi tapi tidak disadari. Aku sering mendengar cerita dari banyak teman-temanku yang mengalami KdP ini. Bahkan aku sendiri pun juga merupakan korban dari KdP. Tentu masih ingat kita dengan kasus yang menimpa kaka Ardina Rasti, seorang publik figur yang mengalami kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan oleh pacarnya. KdP dalam bahasa yang lebih keren disebut juga sebagai Dating Violence. Bagiku, Kekerasan dalam Pacaran merupakan bibit-bibit dari kekerasan yang lebih luas yang timbul dari adanya mispresepsi. Sering kali kita lupa bahwa satu-satunya orang yang akan terus bersama kita sampai selama-lamanya adalah kita sendiri, bukan suami/istri atau pacar. Yang terpenting dalam hidup kita ya kita sendiri. Sesayang-sayangnya kamu terhadap pasangan kamu, kamu harus lebih sayang lagi sama diri kamu sendiri. Jangan bayangkan Kek...

Jugun Ianfu Termuda itu bernama Sri Soekanti

Gambar
Sri Soekanti Tulisan ini aku dedikasi untuk para nenek-nenek penyintas Jugun Ianfu yang kini masih berjuang untuk memperoleh hak-haknya. Tulisan ini juga aku persembahkan ke kamu-kamu yang tidak pernah mendengar apa itu Jugun Ianfu. Anggap saja ini bagian dari merawat ingatan, meneruskan cerita, agar kita tidak lupa tentang suatu peristiwa tragedi. Mari bertaruh, berapa banyak dari kamu yang pernah mendengar istilah Jugun ianfu? Aku pun begitu. Istilah Jugun Ianfu baru aku kenal kurang dari 6 bulan ini. Ini istilah yang baru aku dapat ketika aku bergabung dengan Komnas Perempuan. Jugun Ianfu merupakan praktik perbudakan seksual yang dilakukan oleh militer Jepang saat mereka mengobarkan perang Asia Timur Raya tahun 1931-1945. Sebagaimana perang-perang atau konflik-konflik lainnya, kita hanya tahu siapa yang menang dan kalah. Kita hanya tahu strategi kemenangan yang ditulis oleh pemenang. Kita tidak pernah tahu narasi-narasi para perempuan korban di daerah konflik. Hal...

Aku Jatuh Cinta pada Komnas Perempuan dan Segala Perjuangannya

Gambar
Kantor Komnas Perempuan, diambil dari Tempo.co Tulisan ini aku persembahkan untuk Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau yang biasa kita kenal dengan Komnas Perempuan. Tulisan ini aku beri judul Aku Jatuh Cinta pada Komnas Perempuan dan Segala Perjuangannya. Tulisan ini aku tulis pula sebagai bagian dari merawat ingatan kolektif dan juga sebagai jawaban dari berbagai pihak yang senantiasa bertanya mengapa aku memilih Komnas Perempuan. Aku bagi tulisan ini ke dalam tiga bagian, awal jumpa, jatuh cinta, dan peneguhan cinta. Awal Jumpa. Mungkin ini yang dinamakan Takdir Ilahi. Aku pertama kali berkenalan dengan Komnas Perempuan itu jelang akhir tahun 2011. Waktu itu aku sedang ada di halte busway Bendungan Hilir, aku lupa hendak ke mana. Aku melihat ada sebuah spanduk besar dengan warna pink yang sangat menarik perhatian. Spanduk itu tergantung di halaman kampus Unika Atmajaya, menghadap ke jalan Sudirman. Di spanduk itu ditulis Kampanye 16 Hari untuk ...