Postingan

Rice Bowl Mall Ciputra Terbakar

Gambar
Sabtu, (16/10) sekitar pukul 11.20, restoran Rice Bowl Mall Ciputra terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kebakaran diduga berasal dari bagian dapur. Sigapnya petugas keamanan membuat api tidak sempat menjalar. Kurang dari 5 menit api sudah berhasil dipadamkan. Kejadian ini sempat membuat pengunjung panik dan berhambur keluar. Saat kejadian, saya sedang menyantap makan siang di restoran D'cost yang berada tepat di samping restoran Rice Bowl. Saya dan semua pengunjung serentak keluar dari D'cost saat salah satu karyawan di sana menginformasikan ada kebakaran di sebelah. Untungnya kejadian ini bisa langsung diatasi dan tidak ada korban jiwa.

Yuk Rame-Rame Ganti Istilah Email Jadi Surel

Ujian Tengah Semester (UTS) yang sedang berlangsung di kampus saya, Fikom Untar tercinta, membuat istilah email menjadi sangat populer di kalangan mahasiswa. Tugas dan bahan ujian menjadi komoditas utama antar mahasiswa, dan tak pelak, hal ini menyebabkan penggunaan kosa kata email sekali lagi menjadi sangat populer. “tolong kirimin bahan ujian besok ke email gue donk” Atau “ bahan ujian uda gue emailin ke lo, tolong sebarin ke anak-anak” Percakapan dengan kosa kata email menjadi sangat amat sering terdengar. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun, akan lebih baik kalau penggunaan istilah email (Electronic mail) diganti dengan Surel (Surat Elektronik). Untuk apa sich kita pakai istilah orang lain, kal0 di kosa kata bahasa Indonesia juga ada ? Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Oktober hanya omong kosong kalau tidak diamalkan. “Kami putra-putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia” Itu butir ke 3 dari sumpah pemuda, apakah ki...

Jurnalis Damai dan Multikulturalisme

Gambar
Tidak adanya budaya baca menjadikan televisi sebagai media paling digemari saat ini. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa sampai orang tua, semuanya menonton televisi. Tak dapat dipungkiri, televisi memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan opini publik. Oleh karena itu, tayangan-tayangan televisi harus benar-benar diawasi. Jangan sampai televisi dijadikan alat pemecah bangsa, justru sebaliknya, televisi harus menjadi media yang mampu menjaga perdamaian dan kemajemukan. Atas dasar itulah, Yayasan SET berkerja sama dengan USAID, SERASI dan IJTI menyelenggarakan penganugerahan perhargaan jurnalisme televisi untuk perdamaian dan multikulturalisme pada 30 September 2010 di Hotel Arya Duta. Acara ini bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya peran televisi dalam menjaga perdamaian dan multikulturalisme di masyarakat Indonesia yang majemuk. Perlombaan yang diikuti berbagai stasiun televisi ini akhirnya dimenangi oleh Jembatan Air Mata dari Redaksi Kontroversi Trans 7, da...

Siemens Green Technology Journalism Award 2010

Gambar
Senin (23/8), bertempat di Hotel Atlet Century Park, Senayan, PT Siemens Indonesia meluncurkan Siemens Green Technology Journalism Award 2010, kompetisi penulisan artikel tentang teknologi ramah lingkungan bagi jurnalis profesional dan jurnalis muda di tingkat ASEAN. Acara ini dihadiri oleh para jurnalis profesional dari berbagai media cetak maupun media elektronik dan para jurnalis muda dari berbagai kampus. Fikom Untar salah satunya. Fikom Untar mengirimkan empat orang mahasiswanya ke acara itu yakni Elwi, Mareta, Elvina dan Fransisca Kosasih. Kompetisi dengan hadiah utama € 1.000 ini bertujuan untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat di negara-negara ASEAN dan meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam atas isu-isu lingkungan. (Elwi-Fikom Untar)

Bahasa Indonesia Gagal Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

“Bahasa Menunjukkan Bangsa” Pribahasa itu sering tercetak di buku-buku Bahasa Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SMA. Namun, seiring virus westernisasi yang menggerogoti bangsa ini, pribahasa itu seolah hanya tinggal pribahasa, tanpa makna. . “Kami Putra-Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia” Begitu pula dengan butir Sumpah Pemuda yang ketiga ini. Nasibnya kurang lebih sama seperti pribahasa itu. Semakin dikikis oleh zaman. . ******************* Djarum Indonesia Super League, Coppa Indonesia adalah bukti bahwa penggunaan bahasa Indonesia di negeri sendiri masih kurang. Sedikit kabar baik, karena mulai musim kemarin Coppa Indonesia sudah diganti menjadi Piala Indonesia. Namun, Euforia penggunaan Bahasa Indonesia ini seperti “hangat-hangat tahi ayam” karena sebentar lagi Inter Island Cup akan diselenggarakan. Heran kenapa namanya harus Inter Island Cup, kenapa tidak Piala Nusantara..?? Mungkin Para Petinggi PSSI terlalu sibuk memikirkan prestasi ti...

Serah Terima Jabatan DPM Fikom Untar

Dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan DPM Fikom Untar periode 2009-2010, prosesi serah terima jabatan kepengurusan lama ke kepengurusan yang baru pun digelar. Prosesi itu berlangsung pada tanggal 2 Agustus 2010 dan bertempat di ruang 1103 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Serah terima jabatan diawali oleh kata sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Dr Eko Harry Susanto M.si. Dalam kata sambutannya, Pak Dekan memberikan penilaian kepada kepengurusan lama yang dinilai sudah cukup baik serta menekankan pentingnya mempertahankan sifat dari DPM Fikom Untar yang tidak dimiliki oleh DPM-DPM lainnya, yakni sifat membaur kepada seluruh mahasiswa serta tidak mengeksklusifkan diri. Dalam Prosesi yang sederhana itu, Verdy Sukeiri (Ketua DPM Fikom 2009-2010) melepas seragam DPM Fikom Untar dan mengenakannya pada Aryo Bagoes Wicaksono (Ketua DPM Fikom 2010-2011) sebagai simbolisasi tanda berakhirnya kepengurusan yang lama dan dimulainya era kepen...

Antrian D’cost Mall Ciputra Membludak Jelang Buka Puasa

Gambar
D’cost Mall Ciputra , restoran makanan laut yang belum genap berusia setengah tahun ini setiap harinya selalu dibanjiri pengunjung apalagi menjelang buka puasa di bulan Ramadhan ini. Antriannya membludak seperti antrian minyak tanah. Kejadian ini aku alami sendiri. Tadi sore (17/8) sekitar pukul 4 aku menyempatkan diri ke Mall Ciputra. Rasa Lapar menuntun kaki ini menaiki eskalator menuju D’cost yang terletak di lantai 3. Aku kurang beruntung, D’cost tutup atau lebih tepatnya belum dibuka. Ada papan pemberitahuan tergantung di pintu masuk. Pukul 16.30, D’cost akan buka kembali. Kulirik jam tangan KW-an yang aku beli di Mangga dua, baru pukul 16.20 ternyata. Saat itu, ada beberapa orang juga yang tengah berdiri, sepertinya mereka menunggu jam 16.30. Menit demi menit pun berlalu. Makin mendekati pukul 16.30, makin banyak pula yang berdiri di depan pintu masuk berharap D’cost segera dibuka. 16.29 Kerumunan makin sesak, seperti hendak berdemo di bundaran HI. 16.35 Pintu masuk D’cost dibuka...