Postingan

Nikmatnya Orgasme

Gambar
Happy Birthday, Magdalene! Sudahkah kamu Orgasme hari ini? Pertama-tama, selamat datang buat kamu di postingan ini. Semoga kamu bukan sedang mencari cerita porno yang tak sengaja terjebak di sini. Tulisan ini sengaja aku beri judul "Nikmatnya Orgasme" karena memang tulisan ini akan membahas soal Orgasme. Ceritanya, aku kemarin datang ke sebuah Talk Show yang ngobrolin soal Orgasme dan kesetaraan di atas ranjang. Talk show ini diadakan oleh The Magdalene dalam rangka memperingati hari jadi mereka yang kedua. Selamat hari jadi Magdalene!  Talk Show yang ngomongin soal Orgasme sangat-sangat jarang ada, dan aku sangat bersyukur bisa ikutan talk show ini. Kapan lagi kita bisa membahas hal yang sangat-sangat personal ini di ruang publik? It's so coollll!   Ada 3 pembicara yang hadir, ada Mba Firliana Purwanti (penulis buku The O Project , riset tentang Orgasme bagi Perempuan Indonesia), Mba Nurlan Silitonga (dokter, ahli kesehatan reproduksi, angsa merah ...

Jadi Laki-Laki Feminis, Mungkinkah?

Gambar
Majalah Femina, edisi 15-21 Agustus 2015, halaman 61 Sebelum kamu meneruskan membaca tulisan ini, baiknya kamu ke toko buku atau kios majalah dulu. Lalu, kamu beli Majalah Femina, edisi 15-21 Agustus 2015 yang cover depannya, kak Anindya Kusuma Putri, Putri Indonesia 2015. Setelah majalah Femina nya ada di tangan kamu, langsung saja dibuka halaman 61, karena ada aku di situuuu! Ha Ha Ha! Di halaman ke-61 itu, dimuat sebuah tulisan, hasil wawancara seorang kawan reporter Femina dengan diriku terkait bagaimana aku (sebagai laki-laki) bekerja di tempat kerja yang mayoritas perempuan. Menurut reporternya, cerita tentang perempuan yang bekerja di tempat kerja yang mayoritas laki-laki sudah biasa, dia butuh narasi yang sebaliknya. Tulisan hasil wawancara via email ini pun lalu dimuat di majalah Femina edisi 15-21 Agustus 2015 dan diberi judul "Eksis di Sarang Wanita", dan sub judul "Jadi Pria Feminis".  Menjadi pria atau laki-laki feminis bukan perkara muda...

Cerita Jakarta tentang Tragedi Mei 1998

Gambar
"Karena Jakarta tak hanya Monas dan Bunderan HI ...." Kota sebagaimana otak kita, mampu merekam segala peristiwa yang terjadi. Semuanya disimpan dengan baik, dan dikomunikasikan melalui bangunan, situs-situs memorialisasi dan interaksi antar penduduknya. Aku yang belajar Ilmu Komunikasi percaya bahwa pesan tidak hanya hadir melalui kata-kata, arsitektur bangunan dan bentuk jalan pun merupakan pesan yang bisa kita maknai. Namun, sebagaimana pesan, kadang banyak noise (gangguan) yang mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan mengalami ketidakjelasan ( distorsi ).  Jakarta, sebagai kota pun demikian. Ia sesungguhnya sedang berkomunikasi dengan kita, hanya sering kali, kita tidak sadar akan itu. Jakarta yang sudah berusia lebih dari 400 tahun, tentu menyimpan banyak memori di dalamnya dan ingin sekali membagi memori itu dengan kita. Nah, melalui tulisan ini, aku mencoba untuk ikut membantu Jakarta dalam bercerita. 1. Prasasti Mei 1998 & Makam Massal Korban ...

Bus Khusus Perempuan, Niatnya baik tapi ...

Gambar
bus transjakarta, dokumentasi pribadi Tulisan ini sengaja aku tulis dan persembahkan kepada Bapak Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang enggak neko-neko, Bapak Andriyansyah, kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, kepada Bapak Steve Kosasih, CEO PT Transjakarta, dan tentu saja kepada para pembaca blog ini, baik yang sengaja mengikuti atau yang tidak sengaja kesasar ke blog ini.   Kepada bapak bertiga, pertama-tama, aku ingin memperkenalkan diri, namaku Elwi Gito, sejak tahun 2009, tinggal di Jakarta untuk berkuliah di kampus Fikom Untar, sekarang aku bekerja untuk Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau yang lebih akrab disebut Komnas Perempuan. Aku juga sangat mengandalkan bus transjakarta sebagai moda transportasi sehari-hari, tentu saja karena harganya murah untuk rute yang jauh. Aku percaya bapak bertiga benar-benar bekerja untuk menciptakan moda transportasi bagi masyarakat Jakarta yang nyaman dan aman. Perbaikan terus dilakukan agar...

Cinta dan Kulit Bawang

Gambar
Smart Dating oleh Urban Women Cinta dan Kulit Bawang yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan judul FTV apalagi judul novel teenlit. Kalaupun ada kemiripan, ini semata-mata kebetulan yang tidak disengaja. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang sangat cinta dengan kulit bawang. Sama sekali bukan! Lalu apa? Ettss sabar dulu, mari baca pelan-pelan. Sabtu lalu, 11 Juli 2015, aku dan beberapa teman datang ke acaranya Urban Women di Nutrifood Inspiring Centre . Acaranya berupa diskusi santai tentang bagaimana pacaran (dating) yang sehat dan bebas dari kekerasan. Acaranya menarik sekali. Ada 3 orang narasumber yang kece-kece abis, ada Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan), Ellen Susilo (Psikolog Klinis), dan Grace (penyintas kekerasan dalam Pacaran). Diskusi santai ini tambah semarak karena dimoderatori oleh Nathalie Indry, penyiar radio yang juga kece abis, yang kamu bisa dengerin suaranya di   VRadio FM. Ada satu hal menarik dalam diskusi itu yan...