Postingan

Ah, Mama Tidak Mengerti!

Gambar
      sumber foto: wikipedia Mamaku tiap minggu selalu menelepon, dan kalimat awalnya selalu sama. Setelah Halo, mama akan bilang: “Kamu kapan keluar dari Komnas Perempuan?” Setelah kalimat itu, kalimat keduanya pun kurang lebih selalu sama: “Kamu tidak akan dapat apa-apa dari Komnas Perempuan. Uang tidak dapat, musuh malah ada di mana-mana. Nanti kamu diracun di pesawat kayak si itu tuh, si Munir” Setelah dua kalimat itu, giliran aku menjawab. Jawabanku biasanya juga selalu sama,  “Ahh, Mama tidak mengerti!” Lamunanku malam itu lantas pergi ke sosok Soe Hok Gie, sosok yang sudah aku gandrungi sejak aku SMP. Gie ketika kuliah juga mengalami apa yang aku alami, atau lebih tepatnya aku mengalami apa yang dialami oleh Gie dulu. Mamanya Gie juga begitu. Di tiap-tiap malam, Gie sehabis demontransi, Mamanya akan bilang: “Gie, untuk apa ini semua ? Kamu tidak dapat uang malah tambah musuh saja!” Dengan tenang, Gie bilang: “Ah, ...

Kritik Atas Konsep Ruang Publik ala Jurgen Habermas

Gambar
suasana diskusi Halooo kawan-kawan! Kali ini aku akan berbagi pengalamanku ketika ikut diskusi mengenai narasi kritik pemikiran Jurgen Habermas tentang ruang publik yang ideal. Diskusi ini dihelat di markas Suara Kita, organisasi yang mengadvokasi hak-hak LGBT. Diskusi berjalan menarik bersama narasumber Dewi Candraningrum. Jurgen Habermas di tahun 1962 mengajukan konsep Strukturwandel der Offentlichkeit yang menekankan bahwa negara demokrasi yang sehat dipengaruhi oleh ruang publik yang sehat. Ruang Publik oleh Habermas didefinisikan sebagai berkumpulnya orang-orang untuk berdiskusi berdasarkan rasionalitas. Mula-mula, ruang publik muncul ketika orang-orang borjuis berdiskusi tentang sastra, politik di kedai-kedai kopi di Prancis.  Buku Narasi Kritik Pemikiran Jurgen Habermas Dewi Candraningrum dengan kerangka teori feminisnya mengkritik konsep Habermas tersebut. Bagi Dewi, Habermas adalah seorang filsuf yang buta gender. Habermas lupa memikirkan tent...

7P Mengapa Laki-Laki Melakukan Kekerasan

Gambar
Dokumentasi Laki-Laki Baru Halo Halo .. Kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalamanku mengikuti Forum Belajar Maskulinitas dengan tema Psikologi Laki-Laki dan Kekerasan. Forum Belajar ini diadakan oleh Aliansi Laki-Laki Baru di Coffee War kemarin sore (16/7). Ada beberapa hal yang aku pikir cukup menarik untuk aku bagikan, utamanya tentang 7P kenapa Laki-Laki sering kali melakukan kekerasan.   Hadir sebagai narasumber (teman belajar ~ istilah yang dipakai oleh Aliansi Laki-Laki Baru) adalah Cahyo dari Yayasan Pulih. Cahyo mengutip penelitian dari Michael Kaufman: The 7 P’s Men’s Violence. Sebelum masuk ke sana, aku ingin mengajak para pembaca untuk merefleksikan masa kecil kita. Sadarkah kita bahwa dari sejak kecil (bahkan sejak janin), Perempuan dan Laki-Laki sudah dibeda-bedakan. Ada konstruksi sosial, peran dan harapan yang berbeda yang disematkan ke Laki-Laki dan Perempuan. Laki-Laki sering kali diharapkan mampu menjadi sosok pemimpin yang mampu me...

Pemaksaan Busana oleh Negara

Gambar
foto dari cic-jure.org Hari ini hari terakhir di Juli 2014. Ada satu kabar duka dari negeri Somalia. Di sana ada seorang gadis yang mati ditembak karena menolak mengunakan Jilbab. Berita tersebut sampai di Indonesia via Kompasdotcom. Berita ini cukup menggemparkan, bahkan sampai menjadi trend di media sosial.  Tentunya hal ini bukan hal baru. Di Indonesia, pemaksaan berjilbab atau pemaksaan untuk tidak boleh berjilbab juga terjadi, bahkan masif, sistematis dan terstruktur (meminjam istilah Om Wowo). Keduanya merupakan pemaksaan busana pada tubuh perempuan yang dilegalkan oleh negara lewat sejumlah peraturan daerah. Perempuan tidak lagi punya kuasa atas tubuhnya sendiri. Mereka tidak bisa lagi mengenakan pakaian yang mereka pilih, padahal pakaian ada bagian dari kebebasan berekspresi.  Berjilbab itu bagus, bagus sekali malah. Tapi apabila berjilbab di atur oleh negara, maka boleh jadi suatu saat nanti negara akan melarang penggunaan Jilbab. Mari kita berandai...

Sebuah Refleksi: 1 Tahun Setelah Sidang Skripsi

Gambar
Wisuda Fikom Untar Hari ini tepat 1 tahun aku dinyatakan lulus sidang strata satu di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara! Tak berasa, satu tahun sudah aku menjalani kehidupan seorang sarjana. And let the story begin ... 27 Juli 2013, ini hari sabtu, sebagian kita memperingati hari ini dengan peristiwa kudatuli! Aku ada sidang skripsi pagi itu. Untuk pertama kalinya kampusku menyelenggarakan sidang skripsi di hari sabtu! Sidang skripsiku berjalan biasa-biasa saja, tak ada yang spesial, aku berhasil presentasi dengan baik, mempertahankan argumen dan dinyatakan lulus, dan mulai detik itu, aku resmi jadi pengangguran, bukan lagi harapan bangsa tetapi sudah jadi beban bangsa. 31 Juli 2013, ini hari rabu, dan seperti biasa ada Rabu Perempuan! Rabu Perempuan merupakan agenda rutin setiap rabu dua minggu sekali yang diadakan oleh Komnas Perempuan, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Kedai Tjikini. Di Rabu Perempuan, publik yang hadir bebas berdiskusi tentang isu...