Postingan

Melihat Film The Raid dengan Teori Boneka Bandura

Gambar
Sumber : http://www.21cineplex.com/the-raid-movie,2768,02RAID.htm Albert Bandura, seorang psikolog kenamaan asal Kanada, dalam teorinya tentang modelling pernah melakukan eksperimen tentang peniruan yang dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak terbentuk dari apa yang ia alami. Eksperimen ini dilakukan dengan membagi anak-anak ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi sebuah tayangan orang-orang dewasa memukul-mukul sebuah boneka. Kelompok kedua diberi tayangan orang-orang dewasa bermesraan dengan boneka tersebut. Hasilnya anak-anak kelompok pertama berperilaku lebih agresif dibanding anak-anak kelompok kedua. Tentu masih ingat di benak kita, tentang tayangan Smack Down di televisi. Walau disiarkan menjelang tengah malam, banyak anak-anak yang menonton tayangan tersebut. Hasilnya jatuh banyak korban anak-anak yang disebabkan oleh perilaku agresif meniru tayangan Smack Down temannya. Baru saja, saya dan teman-teman menonton Film The Raid di XXI Citraland, sebuah film yang digad...

Jelajah Garut Bersama I-Focus Fikom Untar

Gambar
Paradijs Van Oosten Garut merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang keindahannya sungguh menakjubkan. Keindahan-keindahan tersebut bahkan sudah mencuat ke dunia, jauh sebelum republik ini berdiri. Orang-orang Belanda zaman dulu bahkan menobatkan Garut sebagai Paradijs van Oosten atau surga dari timur. Dengan udara pegunungan yang sejuk, sinar mentari yang hangat, keunikan budaya lokal ditambah keanekaragaman tempat wisata, tak heran kota yang tahun depan genap berusia 200 tahun ini, mendapat julukan itu. Aku mendapat kesempatan untuk mengunjungi kota dodol ini. 24 Februari kemarin, aku dan rombongan I-Focus bertolak meninggalkan penatnya Jakarta menuju Garut. Perjalanan tidak begitu lama   karena akses jalan baru sudah dibuka. Hanya dibutuhkan sekitar 5 jam perjalanan. Sesampainya di Garut, udara segar seolah menyambut kedatangan kami. Kami menginap di Wisma PKPN, tepat di jantung kota Garut. Udara sejuk membuat kami kelaparan, dan aroma jajanan pinggir jalan pun s...

Pakde Karwo Mulai Persiapan Jelang Pemilu 2014

Gambar
Suasana Seminar Demokrasi “Hampir semua presiden di Amerika berasal dari gubernur atau senator sukses, mengapa di Indonesia tidak demikian ? Ada kog Pemimpin daerah yang sukses..!” Ungkap politisi senior, J. Kristiadi Ungkapan tersebut dilontarkan pada seminar demokrasi yang diadakan oleh Lembaga Demokrasi untuk Kemakmuran dan Perdamaian atau Democracy for Properity and Peace Institute (Deprospec Institute) di Gedung Juang, 25 Januari 2012 kemarin. Tidak hanya J. Kristiadi yang hadir sebagai pembicara, ada juga Sukarwo atau yang lebih akrab disapa Pakde Karwo (Gubernur Jatim), Ketua DPP KNPI, Taufan Ekonugroho juga hadir pada seminar yang bertemakan “Membangun Demokrasi Ala Indonesia demi Terwujudnya Kemakmuran dan Perdamaian Bangsa”. Seminar yang dimulai sekitar pukul 2 siang itu, lebih banyak membahas tentang keberhasilan Pakde Karwo dalam membangun Jawa Timur terutama dalam hal mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di provinsi yang Beliau pimp...

Korban Kekerasan Seksual, Dilecehkan Pelaku dan Media

Gambar
Suasana Diskusi di Komnas Perempuan Ibarat kata pepatah, “ sudah jatuh tertimpa tangga pula”, begitulah nasib korban kekerasan seksual. Sudah menjadi korban oleh pelaku, menjadi korban lagi dari pemberitaan media yang mengstigmatisasi korban. Pemberitaan media yang secara gamblang menyebut identitas korban semakin membuat korban kejahatan seksual merasa tak berharga, lemah, terbuang, murung, mengucilkan diri, dan tak berdaya. Padahal sudah jelas, tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik, pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.” Namun, masih banyak media yang memilih untuk mempublikasikan korban kejahatan seksual. Alih-alih membantu, pengungkapan identitas ini malah membuat korban kejahatan seksual mengalamai trauma karena masyarakat semakin mengetahui permasalahan yang dihadapi. Rabu, 11 Januari 2012 kemarin, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) m...

Otak Sara di Halte Busway Jembatan Tiga

Gambar
Minggu pagi, tanggal 8 Januari 2012 kemarin, aku janjian dengan salah satu teman di Halte Busway Jembatan Tiga. Lagi asik-asik menunggu, ekor mataku tak sengaja menangkap sesuatu yang ganjil, ternyata ada yang lagi SARA..! Tapi tenang, SARA yang dimaksud bukan dalam artian pendiskriminasian rasial, tapi ada tangan-tangan jahil yang merubah tulisan K-O-T-A-K S-A-R-A-N menjadi O-T-A-K S-A-R-A ! Ulah tangan-tangan jahil Foto ini diambil tanggal 8 Januari kemarin, sekitar pukul 8.40 pagi dengan hp Nokia C-3. Ada-Ada saja kelakuan pengguna bus Transjakarta, mungkin gara-gara kelamaan menunggu bus datang. Mohon kepada pihak pengelola halte busway, segera menindak hal ini. .

Membawa Pendidikan Lebih Dekat dengan Mereka

Gambar
indahnya berbagi dengan mereka 5 April 1994, aku dilahirkan sebagai seorang putri yang diberi nama Angel Aku lahir di Timur Indonesia, di gugusan pulau-pulau yang kaya rempah, di Maluku. Aku lahir di keluarga yang berkecukupan, dalam hal materi maupun cinta kasih. Hidupku layaknya anak-anak biasa, dipenuhi riang dan canda tawa. Lulus sekolah, aku memutuskan untuk pergi ke ibu kota, meraih pendidikan yang lebih baik. Aku memilih Universitas Tarumanagara sebagai kampusku, dan Fakultas Psikologi menjadi fakultasku. Menjadi seorang Psikolog, memang cita-citaku sejak kecil. Sejak kecil, aku selalu dinasehati oleh kedua orang tuaku, terutama oleh mama. “ Nak, kita harus peduli dengan saudara-saudara kita yang hidupnya di bawah kita.” Kata mama. Aku ingat kata-kata ini, hingga suatu ketika, aku berkenalan dengan Susan mahasiswa ekonomi yang kebetulan anggota Saturday Academy . Darinya, aku tahu tentang anak-anak di Tanjung Duren Selatan, yang hidup di perumahan kumuh, kontras dengan ...

Cerita di Balik Workshop HIV/AIDS oleh Yayasan Aids Indonesia

Gambar
Mira Fajar (UNAIDS) saat memberikan gambaran persebaran HIV/AIDS Menjelang Hari Aids sedunia, Yayasan Aids Indonesia (YAI) menyelenggarakan workshop mengenai kampanye efektif penanggulangan permasalahan HIV & AIDS di kalangan muda. Workshop ini bertempat di ruang rapat PB Pelti, di komplek Gelora Bung Karno dan berlangsung selama 2 hari, 19-20 November 2011. Workshop ini mengundang para anak muda dari berbagai SMA, SMK dan Universitas. Saya dan teman saya @Eilianamele beruntung bisa mewakili Universitas Tarumanagara hadir pada workshop tersebut. Workshop selama 2 hari tersebut menghadirkan Mira Fajar (UNAIDS) sebagai pembicara dan berhasil mengumpulkan ide-ide dari kawula muda untuk menanggulangi masalah HIV/AIDS. Tak cukup bicara untuk selesaikan persebaran HIV Ada sedikit cerita menarik mengenai acara tersebut. Di workshop tersebut para peserta dibagi ke dalam kelompok. Nah, saya kebetulan sekelompok dengan 2 mahasiswi dari kampus swasta ternama dan seorang s...