Kunjungan PDHJ Timor Leste ke Komnas Perempuan


foto bersama antara Komnas Perempuan dan PDHJ


Komnas Perempuan menerima kunjungan dari PDHJ Timor Leste. PDHJ (Provedoria dos Direitos Humanos e Justica) merupakan satu-satunya NHRI (National Human Rights Institution) yang ada di Timor Leste (2/4/2013). PDHJ dibentuk tahun 2004 dan memiliki mandat untuk memberikan proteksi terhadap hak asasi manusia dan mengampanyekan good governance. Rombongan PDHJ berjumlah 3 orang dan diterima langsung oleh ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah dan 3 komisioner lainnya, Sylvana Apituley, Justina Rostiawati dan Agustinus Supriyanto.


suasana pertemuan

Rombongan PDHJ yang dipimpin oleh ketuanya Sebastiao Dias Ximenes tiba di Komnas Perempuan sekitar pukul 11 siang. Pertemuan ini berlangsung cair dan diliputi suasana kekeluargaan. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahim dan mempertegas hubungan kerjasama antar lembaga HAM di dua negara. Dalam kesempatan ini, perwakilan PDHJ mengungkapkan rasa senangnya dapat diterima oleh Komnas Perempuan dan akan memanfaatkan waktu ini untuk belajar dari negara-negara yang sudah lebih berpengalaman dalam penanganan HAM seperti Indonesia khususnya Komnas Perempuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung 2 jam tersebut, Komnas Perempuan menyambut baik niat dari PDHJ untuk sama-sama belajar dalam penanganan pelanggaran-pelanggaran HAM. Komnas perempuan berharap PDHJ dapat terus berkembang seperti yang disampaikan oleh komisionernya, Sylvana Apituley. “PDHJ harus terus berkembang menjadi sarana penegak HAM nasional yang responsif. PDHJ berperan sebagai harapan bagi korban di Timor Leste sebagaimana Komnas Perempuan di Indonesia,” tuturnya.
Pertemuan ini setidaknya menghasilkan dua kesepakatan, antara lain mendesak pemerintah dalam penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu terutama mengenai korban perempuan dan pemenuhan hak atas pemulihan serta mendorong penguatan lembaga HAM dengan lebih sering bertukar informasi dan juga pertukaran staf.*)



NB : tulisan ini diambil dari situs komnas perempuan, dan ditulis oleh saya sendiri hehee. . .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?