Makam Soe Hok Gie Ada di Museum Taman Prasasti

Soe Hok Gie, seorang demonstran vokal yang lahir di zaman presiden S0ekarno. Gie lahir 17 Desember 1942 dan menghembuskan nafas terakhirnya 16 Desember 1969. Gie meninggal di usia yang masih sangat muda. Ia meninggal akibat menghirup gas beracun di gunung Semeru.

Soe Hok Gie, seorang pemuda yang sangat berpegang teguh pada pendirian dan rajin mendokumentasikan kisah hidupnya dalam buku harian. Buku harian tersebut diterbitkan dengan judul "Catatan Seorang Demonstran".


Soe Hok Gie, seorang manusia yang sangat menginspirasi hidup saya. Banyak kata-kata Gie yang kini menjadi pijakan langkah kaki saya. Beberapa di antaranya :


"Guru bukanlah dewa dan selalu benar, dan murid bukanlah kerbau. Guru yang tidak tahan kritikan boleh masuk tong sampah"
"Lebih baik diasingkan dari pada menyerah pada kemunafikan"


Banyak lagi kata-katanya yang sangat menyentuh sanubari setiap pemuda. Banyak yang mengagumi sosoknya yang sederhana. Bahkan di tahun 2005, Sebuah film yang berjudul GIE ditayangkan. Film itu disutradari oleh Riri Reza dan Nicholas Saputra berperan sebagai Soe Hok Gie.


Saya sangat mengidolai sosok Soe Hok Gie, saya berusaha mencari letak makamnya. Setelah bergoogle-google ria selama berbulan-bulan, saya berhasil menemukan letak tempat peristirahatan terakhirnya itu, di Museum Taman Prasasti.


Museum Taman Prasasti, terletak di jalan Tanah Abang 1, no 1 Jakarta Pusat. Saya tak sabar menunggu waktu yang tepat untuk sekedar berziarah.


Selasa, 9 Pebruari 2010 jam 10 lebih 37 menit saya sampai di Museum Taman Prasasti. Setelah saya membayar retribusi sebesar seribu rupiah (khusus Mahasiswa), saya pun masuk ke area makam seluas 1,3 hektar itu. Banyak sekali koleksi batu di nisan yang ada, tapi kelihatannya kurang terawat. Batu-batu nisan itu kebanyakan sudah retak. Bahkan ada yang sudah tinggal setengahnya saja. Sampah-sampah daun, ranting juga bertebaran di mana-mana. Vandalisme juga turut hadir meramaikan kesemerautan itu. Sungguh sangat disayangkan. Padahal tempat itu cukup indah, banyak patung-patung malaikat. Sampai-sampai ada yang memilih lokasi ini sebagai tempat untuk foto pre-wedding.


Kembali ke tujuan awal, saya terus menyusuri area makam itu berusaha mencari makam Soe Hok Gie. Satu demi satu batu nisan itu saya perhatikan secara seksama dan pencarian saya berakhir pada suatu nisan kecil di bawah sebuah pohon besar bertuliskan


Soe Hok Gie
17 Desember 1942
16 Desember 1969


Nobody knows the troubles
I see nobody knows my
sorrow





Wah, akhirnya nisan yang saya cari berhasil saya temukan. Namun, saya sangat kecewa melihat nisan itu. Sangat tidak terurus padahal di seberang dari area makam ini berdiri dengan megahnya Gedung walikota Jakarta Pusat dan tidak jauh dari sana ada setidaknya tiga gedung kementerian yang kokoh berdiri. Tampaknya program pemerintah "tahun kunjungan museum 2010" itu hanya sebatas wacana. Pemerintah tampaknya kurang serius dalam menata museum-museum yang ada. Tidak hanya pemerintah, para pengunjung juga sangat diharapkan tidak mengotori area museum, tidak mencorat-coret patung-patung dan nisan-nisan yang ada.
Tampaknya semboyan pengunjung harus kembali digalakan.


"Jangan berburu apa pun kecuali waktu,
Jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak,
Jangan mengambil apa pun kecuali foto"


Bagi Anda yang juga ingin mengunjungi Museum Taman Prasasti ini bisa menggunakan bus Transjakarta. Anda cukup berhenti di Shelter Monumen Nasional. Kemudian berjalanlah di samping kiri Museum Nasional (jl Museum). Di ujung jalan tersebut, Anda akan menemukan pertigaan, belok ke kanan (jl Abdul Muis). Jalan terus sampai Anda menemukan lampu merah, belok kiri (Jalan Tanah Abang 1). Museum Taman Prasasti ada di ujung jalan ini.
Selamat berkunjung.

Komentar

  1. that strange? No. In information, their languages diversify
    importantly as easily. You can go done the corresponding as the expectation that your score thing is departure to numerical quantity for them and sort to see herself
    in much a low temperature, awing guy concluded 60 sept per lame mile - is dating advice rory that
    strange? No. In realism, their languages change importantly as shaft.
    You can go direct the equivalent as the choice that
    your end thing is active to body for them and variety to see
    herself in much a turn, awing guy finished 60 family per form mile - is
    My web site :: dating advice how often to call

    BalasHapus
  2. try your condition day and 7 days a period of time. Spend
    it acquiring yourself emancipated advertisement and it is unquestionably little unnatural when compared to
    opposite games that are integrated with breathtaking graphic features,
    sounds, colourful animations and graphic art give up you
    to youplay the civil rights activist of Slots or the free bonus online casino south africa try your condition day
    and heptad years a time period. Spend it deed yourself disembarrass publicity and it is in spades inferior strained when compared to different games that are organized with galvanic written features, sounds, realistic animations and graphic art
    calculate you to youplay the world-beater of Slots or the
    my webpage > free online casino bonus slots

    BalasHapus
  3. Great article! We are linking to this great article on our
    site. Keep up the great writing.

    My web-site: foto pre wedding

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

#Digital4Humanity: Mengkomunikasikan Isu Kemanusiaan Melalui Media Sosial