Tataplah seseorang ketika ia tidur

Tataplah orang terdekat anda saat ia tidur..dan setelah itu anda akan takut untuk kehilangan dia...

Pernahkah Anda menatap orang-orang terdekat Anda saat ia tertidur? Kalau belum, cobalah sekali saja untuk menatap mereka saat sedang tertidur.

Perhatikanlah, karena saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia ini pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.Cobalah menatap wajah orang-orang yang kita cintai. Ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, semuannya.

Perhatikanlah dan rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu, Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan Anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil, yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata, "betapa lelahnya aku hari ini.Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus rumah dan mendidik anak bahkan masih ditambah bekerja di luar rumah. Kakak, adik, sahabat atau anak yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.Bayangkan apa yang akan terjadi esok hari, seandainya mereka "orang-orang terkasih itu tak lagi membuka mata untuk selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pembelaan Untuk Dian Sastro

Berkenalan Dengan Nyonya Auw Tjoei Lan, Sang Kartini Tionghoa

Apakah PR Harus Cakep?