Postingan

Menyusur Pecinan Tangerang

Gambar
Senja di Cisadane, Kota Tangerang Hayo siapa di sini yang anak Tangerang? Dua minggu lalu, aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke kota Tangerang. Banyak temen-temenku yang heran, wisata kok ke Tangerang? Emang ada wisata apaan di Tangerang? Tenang! Tenang! Mari aku ceritakan perjalananku di Tangerang yang luar biasa mencerahkan!  Pertama-tama, ada di sini yang tahu asal-usul kota Tangerang? Menurut artikel Sejarah Kota Tangerang dalam Live Tangerang Magazine , daerah Tangerang itu dulunya dikenal dengan sebutan Tanggeran, yang berasal dari bahasa Sunda, yaitu tengger dan perang. Kata 'tengger' memiliki arti 'tanda', yang merujuk pada tugu yang didirikan sebagai tanda batas wilayah kekuasaan Kesultanan Banten dan VOC sekitar pertengahan abad ke-17. Selain tugu, batas wilayah juga dipisahkan oleh Sungai Cisadane. Wilayah sisi barat merupakan kekuasaan kesultanan Banten. Sisi timur merupakan wilayah kekuasaan VOC. Baik Kesultanan Banten dan VOC, sama-sa...

Ini Loh Alasannya Mengapa Sabtu Malam Disebut Malam Minggu

Gambar
Menikmati malam turun Hai semua! Pertama-tama, aku mau mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri buat teman-teman semua yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin yaa!  Nah, di tulisanku kali ini, aku akan membahas tentang malam minggu. Pasti semuanya sudah tahu dong apa itu malam minggu? Namun, rasa-rasanya tidak banyak yang tahu kenapa ia disebut malam minggu padahal itu sebenarnya adalah sabtu malam?  Begini ceritanya, semua bermula pada saat pemerintahan kolonial Belanda memperkenalkan sistem waktu yang membagi waktu ke dalam 24 jam, seperti yang kita gunakan sehari-hari saat ini. Perhitungan dimulainya 'hari' adalah jam 00.01, atau lewat tengah malam.  Nah, sebelum sistem ini diperkenalkan, masyarakat nusantara, khususnya yang di pulau Jawa menandai dimulainya 'hari' saat malam turun, dengan bunyi pukulan bedug di Masjid, yang sekaligus juga menandai kelima waktu salat.  Kita ambil contoh ya biar lebih mudah memahami perhitungan hari. C...

Ong Pik Hwa, Sang Kartini dan Superwoman Indonesia

Gambar
Ong Pik Hwa (kedua dari kanan) dan keluarga Sebentar lagi kita akan memperingati hari Kartini, sebagai simbol perjuangan kaum perempuan melawan budaya yang tidak adil gender. Namun, di postingan ini aku tidak akan menulis tentang sosok Kartini, karena tentunya sudah banyak yang menulisnya. Di postingan kali ini, aku akan menulis tentang sosok Ong Pik Hwa yang dijuluki "superwoman" oleh Myra Sidharta.  Siapa Ong Pik Hwa dan mengapa ia dijuluki "superwoman" ? Mari kita berkenalan! Oh ya, sebelum berkenalan, aku mau bilang bahwa hampir sebagian besar dari tulisan ini dikutip dari buku Biografi Delapan Penulis Peranakan: Dari Penjaja Tekstil sampai Superwoman karya Myra Sidharta. Ong Pik Hwa lahir pada 1906, tahun kuda api. Menurut perhitungan Tionghoa, perempuan yang lahir di tahun kuda api mempunyai sifat mandiri dan berani menghadapi segala tantangan. Ayahnya bernama Ong Ban Djoen, seorang pengusaha kayu yang sangat terkenal di Ungaran. Ong Ban Djoen ba...

Bersatu di Bawah Panji-Panji Rendang

Gambar
Proses memasak masakan Minang, dari gulai nangka hingga rendang di RM Uni Ajo, Jakarta Mari tebak, apa yang bisa membuat Indonesia-Malaysia-Singapura-Brunei bersatu? Bila tebakan kamu adalah rendang, ya kamu benar! Sana ambil sepedanya!  Penyebabnya apa lagi kalau bukan komentar dari John Torode , salah satu juri MasterChef Inggris yang mengkritik nasi lemak dan rendang ayam milik kontestan asal malaysia, Zaleha Kadir Olpin, dengan menyebutnya "tidak crispy ". Zaleha pun terpaksa mengakhiri perjalanannya dalam kontes ini.  Komentar dari John tersebut pun langsung menuai kecaman. Salah satunya dari politikus Malaysia, PM Najib Razak yang mencuit, "Mana ada orang makan rendang ayam 'crispy'? #MalaysianFood Tak hanya publik Malaysia yang dibuat marah, tetapi juga publik Indonesia yang tersinggung dengan komentar rendang crispy . Walau pernah terlibat saling klaim rendang sebagai masakan nasional, Indonesia-Malaysia dalam kasus komentar rendang cri...

Isu 'Kebangkitan PKI' yang Tak Pernah Usang

Gambar
Salah satu poster massa pengepung LBH Jakarta. Sumber: CNN Indonesia Tulisan di bawah ini merupakan potongan naskah dari makalah yang aku susun untuk Final Exam mata kuliah Crisis Communcation . Makalah lengkap berjudul Malam Mencekam di LBH Jakarta: Analisis Krisis Komunikasi LBH Jakarta. Potongan naskah ini berisi analisis tentang pengepungan kantor LBH Jakarta pada September 2017 yang tidak dapat dilepaskan dari isu kebangkitan PKI yang terus dihembuskan.  Ada beberapa penyesuaian terhadap naskah asli, agar enak dibaca di blog. Oh ya, sebaiknya saat membaca tulisan ini, pastikan otak dan hati dalam keadaan terbuka. Jika dibutuhkan, siapkan pula segelas teh hangat dan camilan. Selamat membaca! Pengepungan kantor LBH Jakarta pada 17-18 September 2017 tentu tidak dapat lepas dari isu kebangkitan PKI yang tak pernah usang. Isu kebangkitan PKI terus ‘digoreng’ terutama pada masa pemerintahan Joko Widodo. Dalam sebuah seminar tentang pengungkapan Tragedi 1965 (20...