Postingan

Menyusuri Jalan Pikiran Drs. Yap Tjwan Bing

Gambar
Jl Drs Yap Tjwan Bing di kota Solo Tahukah kamu bahwa di Indonesia ada seruas jalan yang dinamai dengan nama Tionghoa? Bila tidak, ayo ke Solo, Jawa Tengah. Di sana, ada seruas jalan yang bernama jalan Drs. Yap Tjwan Bing. Jalan ini diresmikan pada momentum perayaan Imlek tahun 2008 oleh Joko Widodo, Walikota Solo menggantikan jalan Jagalan.  "Dengan momentum perayaan Imlek 2559 ini, Pemkot Solo memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk tokoh nasional Yap Tjwan Bing sebagai nama salah satu jalan di Solo," kata Joko Widodo seperti yang dilansir dari liputan 6 .   Buat yang belum kenal siapa itu Yap Tjwan Bing, berikut ini aku ringkas profil, kiprah dan gagasan beliau tentang kebangsaan Indonesia. Sebagian besar ringkasan ini aku kutip dari buku otobiografinya yang berjudul Yap Tjwan Bing Meretas Jalan Kemerdekaan: Otobiografi Seorang Pejuang Kemerdekaan terbitan Gramedia tahun 1988.  Yap Tjwan Bing lahir di Slompretan, Solo pada tanggal 31 ...

Prasmanan dari Prancis ke Belanda lalu ke Indonesia

Gambar
Prasmanan! Ayo makan! doc: pribadi Jelang akhir tahun seperti sekarang ini, biasanya kita akan banyak mendapat kiriman undangan resepsi pernikahan, ya kan? Biasanya pula, resepsi pernikahan (di Jakarta) menggunakan tata cara prasmanan. Nah, di artikel ini, aku akan membahas tentang prasmanan, sejak kapan sih orang Indonesia makan dengan cara prasmanan? Dalam artikelnya yang berjudul Dari Tangan Hingga Prasmanan (edisi 35 tahun 2017), majalah Historia menuliskan bahwa cara makan ala prasmanan itu berasal dari Prancis! Di Hindia Belanda, tahun 1896 ada seorang penulis resep makanan bernama Nyonja Johanna yang menulis buku Boekoe Masakan Baroe , yang memuat resep pembuatan kue d engan "tjara Blanda, Tjina, Djawa dan Prasman".   Fadly Rahman dalam bukunya yang berjudul Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia masa kolonial 1870-1942 (2016) mengutip  pendapat Suryatini N. Ganie, yang mengatakan bahwa istilah prasmanan kemungkinan berasal dari kata "Fransman...

Eddie Lembong, Penggagas Penyerbukan Silang Budaya Meninggal Dunia

Gambar
Kabar duka cita atas meninggalnya Eddie Lembong Kabar duka mengawali bulan November 2017. Tanggal 1 November kemarin, Eddie Lembong berpulang kepada sang pencipta. Beliau berpulang dalam damai di RS Graha Kedoya, setelah menjalani perawatan intensif di Singapura.   Masih jelas dalam ingatan, saat aku terakhir bertemu dengan beliau di acara seminar dan peluncuran buku "Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa" di kampus Unika Atmajaya, Semanggi, Februari 2017.  Dalam acara itu, Eddie Lembong mengatakan bahwa beliau menginginkan sebuah everlasting legacy sebelum beliau me ninggalkan dunia ini. Buku ini dipersiapkan Eddie Lembong sebagai kado ulang tahun ke-70 Republik Indonesia.  "Bagi saya pribadi, tidak lama lagi matahari akan terbenam, maka izinkan saya persembahkan buku Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa ini sebagai kado bagi Ibu Pertiwi, yang saya cintai dengan sepenuh h...

Narasi Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Gambar
Rekonstruksi prosesi menyanyikan Indonesia Raya di Kongres Pemuda II, 1928 Beberapa hari lagi, Bangsa Indonesia akan memperingati peristiwa Sumpah Pemuda, salah satu peristiwa paling bersejarah dalam pembentukan Bangsa Indonesia sebagai sebuah nation ! 89 tahun yang lalu, di tanggal 28 Oktober 1928, pemuda-pemuda dari berbagai suku bangsa di Nusantara berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa: Indonesia, tak terkecuali pemuda-pemuda Tionghoa di Nusantara. Walau demikian, banyak narasi tentang kiprah orang Tionghoa dalam peristiwa tersebut yang dihilangkan untuk menguatkan stigma bahwa orang Tionghoa apatis pada perjuangan rakyat, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Berbekal berbagai literatur yang ada, aku mencoba menghimpun narasi Tionghoa dalam Sumpah Pemuda 1928 ke dalam tulisan berikut. Selamat membaca! Gedung Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat 106, Jakarta Pusat, dulunya adalah rumah kost, milik seorang Tionghoa, bernama Sie Kok Liong (beberapa sumber men...

Resensi Buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital

Gambar
Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari Judul: Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital Penulis: Nita Kartikasari Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2017 Bahasa: Indonesia Tebal: 192 halaman Membaca buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari ibarat orang yang tengah tidur siang, seketika bangun karena disiram dengan air es seember. Nita Kartikasari seolah membangunkan semua praktisi Public Relations (PR) dari tidurnya selama ini. Melalui buku ini, Nita menyadarkan para pembacanya bahwa dunia sudah berubah, dan kerja-kerja PR pun harus berubah mengikuti zaman! Aku jadi teringat dengan teori seleksi alamnya Charles Darwin. Adalah niscaya bahwa segala sesuatu yang tak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, pasti binasa! Begitu pun dengan dunia kehumasan, bila tak mampu menjawab tantangan zaman, niscaya akan digilas zaman!  "PR yang enggak berubah, pasti ma...

Memohon Rezeki di Klenteng Hok Lay Kiong

Gambar
Klenteng Hok Lay Kiong (dok pribadi) Saat ke Bekasi beberapa waktu lalu , aku menyempatkan diri bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong, yang merupakan Klenteng tertua di Bekasi! Klenteng ini letaknya agak menyempil dari jalan besar di daerah pasar proyek, dekat Bekasi Junction. Letak persisnya ada di Jalan Kenari I, Bekasi Timur. Hok Lay Kiong secara harfiah dapat diartikan sebagai istana yang mendatangkan rezeki! Tidak ada yang tahu pasti kapan pertama kali Klenteng ini berdiri. Menurut Asin, kepala keamanan di klenteng Hok Lay Kiong, klenteng ini tidak diketahui siapa pendirinya, dan tidak ada data peninggalan dari pengurus terdahulu.  "Sayang, padahal sering banyak yang tanya kapan berdirinya, tapi pihak pusat sendiri tidak tahu, apalagi saya," ujar Asin seperti yang dikutip dari Republika Online . Dinas Pariwisata Pemprov Jawa Barat menyebutkan bahwa Klenteng ini dibangun pada abad ke-18 Masehi. Bangunan Klenteng Hok Lay Kiong m engalami beberapa kali...

Pentingnya Strategi Komunikasi Bagi Organisasi Nirlaba

Gambar
Penulis sedang menjelaskan pentingnya berkomunikasi bagi organisasi nirlaba (Foto: Nisha) Awal bulan ini, aku merasa sangat terhormat karena diminta membantu Bale Perempuan Bekasi untuk menyusun program komunikasinya. Buat yang belum tahu, Bale Perempuan Bekasi merupakan organisasi pengada layanan bagi perempuan korban kekerasan di wilayah kabupaten dan kota Bekasi. Organisasi ini berdiri dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan yang terjadi, yang tidak di imbangi dengan kehadiran lembaga yang secara khusus memberikan layanan, dampingan, advokasi serta edukasi publik tentang layanan terhadap perempuan korban kekerasan. Para pendirinya adalah perempuan-perempuan Bekasi yang hebat, dengan berbagai latar belakang pekerjaan, antara lain pengacara, Ibu rumah tangga, akademisi, dan pekerja sosial di Bekasi. Hal pertama yang kusampaikan kepada pengurus Bale Perempuan Bekasi adalah mengapa sebuah organisasi nirlaba penting berkomunikasi! Dari pengalamanku bekerja bersama tem...