Postingan

Narasi Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Gambar
Rekonstruksi prosesi menyanyikan Indonesia Raya di Kongres Pemuda II, 1928 Beberapa hari lagi, Bangsa Indonesia akan memperingati peristiwa Sumpah Pemuda, salah satu peristiwa paling bersejarah dalam pembentukan Bangsa Indonesia sebagai sebuah nation ! 89 tahun yang lalu, di tanggal 28 Oktober 1928, pemuda-pemuda dari berbagai suku bangsa di Nusantara berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa: Indonesia, tak terkecuali pemuda-pemuda Tionghoa di Nusantara. Walau demikian, banyak narasi tentang kiprah orang Tionghoa dalam peristiwa tersebut yang dihilangkan untuk menguatkan stigma bahwa orang Tionghoa apatis pada perjuangan rakyat, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Berbekal berbagai literatur yang ada, aku mencoba menghimpun narasi Tionghoa dalam Sumpah Pemuda 1928 ke dalam tulisan berikut. Selamat membaca! Gedung Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat 106, Jakarta Pusat, dulunya adalah rumah kost, milik seorang Tionghoa, bernama Sie Kok Liong (beberapa sumber men...

Resensi Buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital

Gambar
Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari Judul: Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital Penulis: Nita Kartikasari Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2017 Bahasa: Indonesia Tebal: 192 halaman Membaca buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital karya Nita Kartikasari ibarat orang yang tengah tidur siang, seketika bangun karena disiram dengan air es seember. Nita Kartikasari seolah membangunkan semua praktisi Public Relations (PR) dari tidurnya selama ini. Melalui buku ini, Nita menyadarkan para pembacanya bahwa dunia sudah berubah, dan kerja-kerja PR pun harus berubah mengikuti zaman! Aku jadi teringat dengan teori seleksi alamnya Charles Darwin. Adalah niscaya bahwa segala sesuatu yang tak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, pasti binasa! Begitu pun dengan dunia kehumasan, bila tak mampu menjawab tantangan zaman, niscaya akan digilas zaman!  "PR yang enggak berubah, pasti ma...

Memohon Rezeki di Klenteng Hok Lay Kiong

Gambar
Klenteng Hok Lay Kiong (dok pribadi) Saat ke Bekasi beberapa waktu lalu , aku menyempatkan diri bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong, yang merupakan Klenteng tertua di Bekasi! Klenteng ini letaknya agak menyempil dari jalan besar di daerah pasar proyek, dekat Bekasi Junction. Letak persisnya ada di Jalan Kenari I, Bekasi Timur. Hok Lay Kiong secara harfiah dapat diartikan sebagai istana yang mendatangkan rezeki! Tidak ada yang tahu pasti kapan pertama kali Klenteng ini berdiri. Menurut Asin, kepala keamanan di klenteng Hok Lay Kiong, klenteng ini tidak diketahui siapa pendirinya, dan tidak ada data peninggalan dari pengurus terdahulu.  "Sayang, padahal sering banyak yang tanya kapan berdirinya, tapi pihak pusat sendiri tidak tahu, apalagi saya," ujar Asin seperti yang dikutip dari Republika Online . Dinas Pariwisata Pemprov Jawa Barat menyebutkan bahwa Klenteng ini dibangun pada abad ke-18 Masehi. Bangunan Klenteng Hok Lay Kiong m engalami beberapa kali...

Pentingnya Strategi Komunikasi Bagi Organisasi Nirlaba

Gambar
Penulis sedang menjelaskan pentingnya berkomunikasi bagi organisasi nirlaba (Foto: Nisha) Awal bulan ini, aku merasa sangat terhormat karena diminta membantu Bale Perempuan Bekasi untuk menyusun program komunikasinya. Buat yang belum tahu, Bale Perempuan Bekasi merupakan organisasi pengada layanan bagi perempuan korban kekerasan di wilayah kabupaten dan kota Bekasi. Organisasi ini berdiri dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan yang terjadi, yang tidak di imbangi dengan kehadiran lembaga yang secara khusus memberikan layanan, dampingan, advokasi serta edukasi publik tentang layanan terhadap perempuan korban kekerasan. Para pendirinya adalah perempuan-perempuan Bekasi yang hebat, dengan berbagai latar belakang pekerjaan, antara lain pengacara, Ibu rumah tangga, akademisi, dan pekerja sosial di Bekasi. Hal pertama yang kusampaikan kepada pengurus Bale Perempuan Bekasi adalah mengapa sebuah organisasi nirlaba penting berkomunikasi! Dari pengalamanku bekerja bersama tem...

Campaign Clinic, Terobosan Baru dari Campaign.com

Gambar
William S. Gondokusumo, CEO Campaign.com (Dok. campaign.com) Rabu minggu lalu, 6 September 2017, aku diundang untuk datang ke acara Press Conference: Impact Investment # ForChange yang diselenggarakan oleh Campaign.com di GoWork Coworking Space. Ceritanya, Campaign.com baru saja mendapat suntikan investasi dari Ken Dean Lawadinata, bosnya Kaskus. Mengenai jumlah yang diinvestasikan, baik Ken maupun Campaign.com menutup rapat angka persisnya. “Sama seperti biasa, saya enggak pernah bicara angka karena akan mengalihkan pesan utama. Dibanding Alibaba, saya ada di lantai dasar,” ujar Ken.  Setelah impact investment ini, ke depannya Campaign.com akan punya beberapa program baru yang kece abis, salah satunya adalah Campaign Clinic, yang merupakan sebuah wadah untuk berkonsultasi tentang kampanye sosial secara lebih mendalam. Program ini dirancang untuk membantu individu-individu atau organisasi yang baru mau memulai kampanye sosial, dan buat mereka-mereka yang ten...

Pengalaman Berharga Jadi Semi Finalis ICON PR Indonesia 2017-2018

Gambar
Penulis saat mengikuti Workshop Government Public Relations (2015) Huaaa! Rasa-rasanya sampai hari ini, aku masih tidak percaya, dapat menjadi satu dari sembilan semi finalis ICON PR Indonesia 2017-2018! Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa, dapat sampai ke tahap ini!  Buat yang belum tahu, ICON PR Indonesia 2017-2018 adalah sebuah ajang pencarian generasi baru di bidang Public Relations di Indonesia. Berikut aku kutip dari langsung dari websitenya,  "PR INDONESIA mencari sosok perempuan dan laki-laki untuk dinobatkan sebagai ICON PR INDONESIA 2017-2018. ICON PR INDONESIA bertujuan untuk melahirkan PR generasi baru dari kalangan anak muda yang menginspirasi sekaligus berprestasi di dunia PR INDONESIA. Mereka yang terpilih menjadi ICON PR INDONESIA berkesempatan menjadi Duta PR INDONESIA." Ajang ini diselenggarakan oleh Majalah PR INDONESIA yang merupakan majalah bulanan, yang mewartakan aktivitas, agenda, isu-isu strategis, pemikiran menonjol, ...

Public Relations dalam Konflik Agraria

Gambar
Di tanah adat rakyat penunggu, Deli Serdang, Sumatera Utara Tulisan di bawah ini merupakan tugas akhirku untuk mata kuliah Public Relations Ethics , yang berjudul Sengkarut Public Relations di antara Kepentingan Bisnis, Etika dan Hak Asasi Manusia dalam Konflik Agraria . Ada beberapa bagian yang disesuaikan agar tulisan ini tidak terlalu panjang untuk dibaca di blog. Happy reading! Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) meluncurkan Rencana Aksi Nasional tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (RAN Bisnis dan HAM), pada 16 Juni 2017. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan RAN Bisnis dan HAM setelah PBB mengesahkan The United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights.  Dalam siaran persnya, Komnas HAM dan Elsam menyatakan bahwa RAN Bisnis dan HAM merupakan instrumen nasional untuk menerapkan prinsip-prinsip panduan PBB mengenai Bisnis dan HAM pada level nasional...